Oleh: listiaji | 28 Januari 2012

Every Cigarette You Don’t Smoke is Doing You Good

Oleh: listiaji | 14 Januari 2012

Nongkrong di Peacock Coffee Semarang

Malam ini lagi bingung buat cari tempat yang enak buat ngobrol. Resto kayaknya makanannya terlalu berat, semenntara resto fast food juga gak begitu cozy, terlalu hingar bingar. Akhirnya gw keingetan sama Peacock Coffee yang ada di Jl. S. Parman Semarang. Gak begitu besar, malah gw bilang terlalu kecil buat sebuah coffee shop ukurannya cuman sekitar 10X4 meter, tapi terlihat unik karena berada agak tinggi di jalan yang menurun. Tapi kayaknya tempat ini di desain buat nongkrong n berlama-lama. Di bagian dalamnya ber AC, sementara di bagian luarnya ada Wall TV.

Peacock coffee, sesuai namanya, menyediakan aneka minuman coffee seperti Americano Caffe Au Lait, Cappucino Carmelitto, Mochaccino Latte, Cinnamon Latte, Hazzelnut, Green Tea Latte, Chocolate, Cheese Cake, Bubble Gum, Lemon Tea, Freah Juice, Pineapple Mint, White Mint, Apple Pie, Banana Cake, Choco Waffle ataupun Pineaple Pie. Gw sempet ketipu dengan cheese cake, yang gw kira cake keju seperti biasa, tapi ternyata itu minuman semacam milkshake yang dibuat dari keju … hehehe ….

Sementara menu makanannya gak berat-berat, seperti spagheti, banana cake, etc, yang ukurannya cuman sebesar cup cake, nggak besar. Semua makanan dibanderol 9.900 rupiah, sementara minumannya dibanderol 16.900 perak kecuali teh 8.800 rups dan mineral water 5.900 rups …

Nah ini gambar Peacock Coffee yg gw ambil dari seputarsemarang.com

Secara umum sih suasana disini OK, enak buat nongkrong dan berlama-lama, tapi ukuran cake nya hmmm … it’s too small … Pelayanannya meski dilakukan oleh 2 orang juga terasa nyaman. Si pembeli harus pesan, bayar dan ambil pesanan di meja yang sama. Oh ya PC ini buka 24 jam lho ….

 

Oleh: listiaji | 7 Januari 2012

KALAU GW PENGUASA, KORUPSI GAK YA?

Hehehe .. malem-malem begini lagi surfing di internet. Hampir semua situs berita isinya koment yang mengutuk korupsi dan tentu koruptornya. Tiba-tiba terpikir, ini kan masalah kesempatan untuk korupsi. Kebetulan si koruptor punya kesempatan untuk korupsi. Kemudian kesempatan itu dilaksanakan dengan baik.

Lalu mereka yang menghujat koruptor, katakanlah dari 100 penghujat, seberapa banyak dari mereka yang punya kesempatan untuk korupsi. Lalu dari sekian yang punya kesempatan itu, berapa banyak yang benar-benar tak mau korupsi. Gw rasa ketemu 1-2 orang yang punya kesempatan korup tapi tak mau korupsi, itu saja sudah hebat.

Lalu balik lagi ke gw. Gw lagi bayangin, bila tahu-tahu ada orang datang ke gw karena kekuasaan gw dan membawa sekoper duit … hmmmm …. ambil gak tuh duit ya? Dengan catatan, duit itu tak bisa dilacak PPATK, tak tercium oleh KPK, tak ketahuan sesama penguasa, pokoknya dijamin aman. Gimana dong, ambil gak tuh duit?

Jadi gw pikir, ini semua hanya masalah kesempatan saja. Bila saja mereka para penghujat korupsi diberikan kesematan untuk korupsi yang aman dan nyaman. Akankah mereka juga dengan lantang menolak untuk korupsi?

Oleh: listiaji | 5 Januari 2012

SINGAPURA BERANI PANGKAS GAJI PEJABAT. INDONESIA?

Ada sebuah kabar menarik dari negeri sebelah, Singapore. Perdana Menteri Singapura dan sejumlah pejabat tinggi lainnya, seperti menteri dan pimpinan parlemen,  akan dipotong hingga 1/3 nya. Gaji Perdana Menteri Lee Hsien Long turun 36% menjadi SGD 2,2 juta, gaji Presiden Singapore juga didiskon 51% menjadi SGD 1,54 juta. Hal senada juga berlaku bagi menteri dan sejumlah pejabat pemerintahan lainnya. Keputusan ini didasarkan pada Komite Peninjauan Gaji yang dibentuk oleh PM Lee sendiri sekitar tujuh bulan yang lalu. Komite tersebut dibentuk melihat desakan masyarakat yang merasa gaji pejabat di Singapore terlalu tinggi. PM Lee juga telah menerima rekomendasi tersebut dan akan meneruskan ke parlemen untuk segera ditetapkan sebagai basis gaji politik.

Sungguh menarik, Singapore, sebuah negeri yang terbilang sudah sangat makmur, masih mendengar kata rakyatnya. Keluhan masyarakat tak hanya didengar, namun juga ditindaklanjuti, meski hasilnya mengurangi kemakmuran pejabatnya. Sungguh kontras dengan kondisi di Indonesia, negeri yang besar namun masih bertaburan kemiskinan. Dimana rakyatnya masih bergelut dengan sulitnya makan pada esok hari, dimana kesehatan masih merupakan barang yang sungguh mewah. Pejabatnya masih terus menerus berupaya menaikkan kemakmurannya baik melalui anggaran resmi APBN maupun korupsi. Jangankan menurunkan gajinya sendiri, permintaan untuk mengekang hawa korupnya saja tak mampu. Berita korupsi sudah menjadi keseharian seperti layaknya berita ramalan cuaca.

This is Indonesia. Selamat pagi Indonesia.

Oleh: listiaji | 3 Januari 2012

My 2011 year in blogging: 2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 180.000 times in 2011. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 8 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Bicara jalan-jalan ke Jogjakarta, tentu tak bisa lepas dari 2 hal, pertama pusat wisata di Jogja, kawasan Malioboro dan kedua, batik. Kawasan Malioboro merupakan kawasan perdagangan yang terbentang mulai Tugu, Jalan Maliboro hingga Jalan A Yani. Sementara batik merupakan hasil kebudayaan Jawa yang dituangkan dalam garmen. Dan bila kita bicara keduanya, kita tak bisa lepas dari Pasar Beringharjo, sebuah pasar tradisonal di ujung kawasan Malioboro tepatnya di Jalan A Yani, yang menjadi pusat kegiatan perdagangan produk batik Jogja, baik yang berupa sprei, celana, daster, sarung bantal dan sebagainya. Soal harga, dari yang termurah hingga mahal pun tersedia disini. Namun, yang namanya pasar tradisional, tetap saja memerlukan keterampilan khusus dalam tawar menawar. Bila tidak, pengunjung bisa-bisa membayar barang yang sama dengan harga yang jauh lebih mahal. Buat Anda yang gak bisa dalam urusan tawar menawar, mending belanja di Mirota, toko yang terletak di seberang Pasar Beringharjo. Disini semua dibanderol dengan harga pas, meski bagi sebagian kalangan tempat ini disebut terbilang mahal juga.

Entah mengapa, setiap hari pasar ini selalu ramai, apalagi kalo cari parkiran mobil agak siang, bisa putar kawasan Malioboro 2 sampai 3 kali baru dapat tempat parkir.

Kembali ke dalam Beringharjo, meski ini merupakan pasar tradisional, tapi suasananya terbilang cukup rapi dan bersih. Walau, kita harus rela berdesak-desakan. Untuk mereka yang enggan masuk pasar ini dan hanya mengantar sanak saudara, mereka bisa merasakan makan makanan tradisional yang terletak di depan pasar, sambil membeli oleh-oleh Bakpia yang baru saja digoreng. Selain rasanya lebih enak, harganya jauh lebih murah dari toko oleh-oleh yang ada di seputaran Jogja.

Oleh: listiaji | 25 Desember 2011

SEPASANG MACAN DI GUBUG MAKAN MANG ENGKING

Ulang tahun kemarin, gw n fam makan di sebuah resto yang terbilang masih baru di Ungaran, namanya Gubug Makan Mang Engking. Yang menarik dari luar, resto ini berarsitektur bangunan Eropa kuno berwarna putih. Begitu a memasuki resto yang satu ini, ternyata halaman di belakangnya jauh lebih luas. Sejumlah gubug makan yang mengelilingi sebuah kolam ikan besar terhampar di areal seluas 1,7 hektar, dengan pemandangan Gunung Ungaran. Suasananya cukup menjual.

Tapi yang lebih unik dibanding resto lain, bukan kolam ikan mas hidup atau aquarium berisi udang dan lobster. Namun sepasang macan bengala yang menghuni kandang. Huehehe .. serem juga ya … yang terbayang di otak gw, berapa kilo daging ya buat makan seekor macan ini setiap harinya. Lebih dari itu, keluar juga ijin buat memelihara macan yang kalo gak salah termasuk kategori dilindungi ini.

Setelah menikmati pemandangan alam di sekitar resto, akhirnya sejumlah hidangan pesanan pun datang antara lain, gurame bakar, gurame goreng, es kelapa muda, sayur asem dan menu-menu khas Sunda lainnya. Untuk hidangan rata-rata terbilang OK.

 

Oleh: listiaji | 23 Desember 2011

AKHIRNYA DAFTAR HAJI JUGA …

Ternyata daftar haji saat ini gak semudah jaman dulu ….. kalau dulu daftar haji saat ini bisa berangkat tahun depan atau tahun depannya lagi, tapi kali ini harus menunggu bertahun-tahun buat berangkat haji.

Awal pekan ini gw ke Jakarta buat daftar haji bareng istri gw. Ngurusnya bolak balik dari bank ke Departemen Agama udah kayak setrikaan aja. Perjalanan dimulai di pagi hari, sekitar jam 6 pagi kami udah berangkat dari hotel di kawasan Cibubur, mengingat kemacetan Jakarta udah luar biasa. Tahap pertama kami adalah menuju Bank Syariah Mandiri di kawasan Cawang, Jakarta Timur buat copy buku tabungan yang saldonya udah cukup buat dapat porsi haji (Rp. 25 juta) dan legalisasi copynya, prosesnya tak lama, hanya sekitar 15 menit lah, mungkin karena masih pagi. Tahap Kedua, dari BSM kami menuju Departemen Agama, yang nyarinya lumayan susah juga, letaknya di Jalan Terusan I Gusti Ngurah Rai No. 93, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Setelah sempat kesasar, akhirnya ketemu juga nih kantor. Di tempat ini pertama kali gw beli map haji di Koperasinya seharga Rp. 3.500 per mapnya, sekalian fotokopi KTP ukuran gede bolak balik, fotokopi buku nikah, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi akta kelahiran, fotokopi buku tabungan yang mau dipakai buat bayar haji. Setelah semua copy dokumen udah kelar langsung ke loket pendaftaran haji di lantai dasar buat isi formulir dan kasih semua dokumen pelengkapnya. Gak berapa lama, dipanggil deh buat foto (disini bayar foto Rp. 85.000 per orang). Lalu gw nunggu lagi buat pencetakan SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) terus ditandatangani. Dari Depag, gw dikasih SPPH plus CD foto plus buanyak pas foto yang gak tahu buat apaan tuh. Tahap Ketiga, gw balik lagi ke bank di Cawang, tapi gw dikasih tahu lewat Jalan Tol lewat Pintu Bintara yang deket banget dari Kantor Depag ini. Di BSM, ceritanya gw transfer duit Rp. 25 juta ke rekening Depag sekaligus dapat nomor porsi haji. Nunggunya sekitar 1/2 jam lah. Dari sini selain bawa balik SPPH, gw juga bawa surat setoran awal haji dan bukti transfer ke rekening haji Depag. Tahap Keempat, dari bank langsung balik lagi ke Depag.Di Depag cuman ngasih surat setoran awal haji dan bukti transfer, dan konon keberangkatan haji baru dapet sekitar tahun 2019, kecuali kalau ada yang batal daftar, meninggal dunia dan sebagainya, bisa jadi keberangkatan haji jadi lebih cepat. Yah itung-itung nyiapin diri buat pergi haji dulu deh… huehehe …. sama nyiapin Riyal dulu …

Note:

1. Inti pengurusan haji: 1. BANK – siapin duit 25 juta plus copy tabungan yanga da duit segitu, 2. DEPAG – isi formulir, foto, masukin copy dokumen pribadi terus dapet SPPH, 3. BANK – transfer duit ke Depag, terus dapet porsi haji dan bukti awal pembayaran haji, 4. DEPAG – serahin bukti bayar. That’s it. Pulang-pulang bawa SPPH sama bukti bayar awal.

2. Sebetulnya layanan di bank dan depag bisa dimudahkan dengan cukup dilakukan bank yang bekerjasama dengan Depag. Kebayang gak sih seharian bolak-balik terutama buat orang tua dan orang yang gak punya kendaraan pribadi, pasti susah banget.

3. Buat yang bingung letak Depatemen Agama Jakarta Timur, cukup masuk tol terus keluar di Gerbang Tol Bintara. Nak tempatnya gak jauh dari situ.

4. Makan di kantin Depag muahal banget. Masih lebih murah jajan di warung yang kelas lebih tinggi di Bali

5. Semua bisa beres dalam sehari tapi bisa variabel dengan berhitung kondisi kemacetan jalan di Jakarta yang luar biasa.

Oleh: listiaji | 22 Desember 2011

SALAH KAPRAH PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA

Pagi ini baru baca status salah seorang temen di facebook

“tahun 2006 penetrasi internet di indonesia hanya 2,2% terhadap jumlah penduduk. setelah booming facebook sejak 2009, angka itu naik menjadi 22%. tapi peningkatan itu tidak membawa implikasi yang sepadan, misalnya meningkatnya efisiensi kerja/belajar karena fasilitas internet, naiknya minat baca, meningkatnya indeks pengetahuan umum. emang internet cuma dipake fesbukan doang.”

Kalo dipikir emang bener aja, peningkatan penggunaan internet apalagi HP yang menyediakan aplikasi internet sungguh meningkat. Sayangnya internet tak digunakan untuk kepentingan untuk memudahkan pekerjaan atau belajar. Tak susah menemukan pengguna internet, kalo kita sedang berada di tengah kemacetan, kita bisa melihat mobil sebelah sedang asik berselancar, demikian juga bila kita sedang berada di jalanan, tampak banyak orang sedang sibuk berinternet. Namun bila kita melihat lebih dekat, ternyata mereka sedang asik fesbukan. Dan parahnya, bila saya sedang melihat laman facebook, rasanya status yang ditulis kebanyakan facebookers tak berisi dan sering tak bermanfaat untuk diletakkan di ruang publik. Isinya kadang cuman ngomong “gw lagi di mall”, “waktunya tidur”, dan lain sebagainya yang kadang mengganggu juga ketika membacanya.

Jarang mereka yang repot menggunakan internet untuk mencari materi belajar, atau memudahkan pekerjaan untuk mencari order atau online trading. Sayang teknologi yang demikian memudahkan hidup cuman dipakai untuk hal yang bukan sekedar tak penting tapi juga ngawur. Padahal teknologi seperti itu bisa dipakai untuk meningkatkan kualitas hidup, menambah pendapatan, membuka akses dan peluang.

Semoga peningkatan penetrasi internet hingga 10 kali lipat dapat bergeser dari penggunaan sampah menjadi penggunaan yang produktif yang ujungnya dapat meningkatkan pertumbuhan nasional.


Oleh: listiaji | 1 November 2011

KOMODO YANGLEBIH MULIA DARI KEMISKINAN

 

Vote for Komodo! Dukung Komodo dengan kirim SMS Komodo ke xxxx hanya Rp. 1 per SMS! Kemudian undangan penggalangan dukungan untuk Komodo di Facebook. Dan masih banyak kehebohan soal Komodo di media. Saya juga teringat pertengkaran Mantan Menteri Pariwisata Jero Wacik dengan Yayasan New7 Wonder, yang lagi-lagi soal Komodo. What happen with Komodo? Kalau mendengar hiruk pikuk per-komodo-an, seakan Indonesia akan segera hancur bila tak dapat memasukkan Komodo dalam New 7 Wonder, atau serasa Pulau Komodo akan segera dicaplok oleh negara tetangga, atau negeri ini akan segera bangkrut seperti Yunani.

Bukannya anti terhadap kepopuleran Pulau Komodo di dunia internasional. Tapi masih banyak permasalahan mendasar di negeri ini Bung! Kemiskinan yang masih cukup merata di pelosok negeri tentu bukan persoalan sederhana. Pendidikan yang semakin hari menjadi semakin tak terjangkau. Bahkan ada sebuah sekolah negeri yang atapnya rubuh beberapa waktu lalu, dan itu ada di depan pelupuk mata, di Jakarta, ibukota negeri ini. Belum lagi kasus sekolah rubuh di pelosok yang jauh dari gemerlap ibukota, mungkin tak terhitunglagi jumlahnya. Ada lagi kasus anak dibiarkan mati di sebuah rumah sakit di Jawa Barat karena orang tuanya membayar kurang dari tagihan. Bukankah persoalan ini lebih penting dan lebih dahsyat dari Komodo?

Okeylah, Komodo penting sebagai ikon pariwisata. Komodo juga dapat menjadi penghasil devisa. Komodo juga penting untuk pelestarian hewan langka. Tapi kehebohan persoalan Komodo terlalu berlebihan. Mengapa? Singapore, negeri kecil di sudut Indonesia bisa menghasilkan devisa yang luar biasa. Demikian pula Burj Al Aab di Dubai, bisa mengubah lautan menjadi tempat devisa berlabuh. Semua itu dibangun dengan kreatiftas dan kerja keras, bukan dengan Facebook, bukan dengan SMS. Mereka juga tidak perlu menjadi Seven Wonder untuk sedemikian populer dan tentu menghasilkan devisa.

Bila memang Komodo penting, mengapa tidak ditata saja sendiri Komodo itu dengan baik dan dipromosikan dengan jaringan pariwisata yang ada. Bagaimana mungkin Malaysia yang ukuran negerinya jauh lebih kecil dari Indonesia, mampu mendatangkan lebih dari 23 juta wisatawan mancanegara, sementara Indonesia yang jauh lebih besar, dan potensi pariwisata jauh lebih variatif hanya mampu mendatangkan sekitar 7 jutaan wisatawan. Sementara si kecil Singapore saja mampu menarik 2,3 juta wisatawan dari satu negeri saja yang bernama Indonesia pada 2010.

Negeri ini memang selalu heboh, untuk kemudian lupa dan beralih pada kehebohan yang lain. Demikianlah seterusnya. Atau mungkin kehebohan itu untuk melupakan sesaat atas persoalan mendasar negeri ini.

 

Just face it, don’t facebook it…..

Selamat pagi Indonesia

Oleh: listiaji | 16 Oktober 2011

PKS KELUAR DARI KABINET. BERANI?

Untuk kesekian kalinya Pemerintahan SBY meluncurkan rencana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Tak pelak lagi riuh rendah pro kontra mengiringi wacana reshuffle tersebut, terutama dari parpol koalisi yang kursinya bakalan terenggut. Partai Keadilan Sejahtera – PKS – salah satu parpol koalisi Pemerintahan SBY yang terkenal “gaduh” juga tak luput dari kegaduhan politik jelang reshuffle. Alasannya tak lain dan tak bukan adalah untuk tetap berkuasa dari kursi empuk kementrian.

Berbagai manuver dan akrobat politik dilakukan PKS, mulai dari menekankan adanya kontrak khusus antara PKS dan Presiden SBY, yang tidak dimiliki parpol lain hingga mengancam sang Presiden untuk menarik mundur keseluruhan dari 4 menteri asal PKS dari kabinet bila satu saja menteri asal PKS dicopot.

Pertanyaannya, apakah seberani itukah PKS untuk keluar dari kabinet dan koalisi? Apalagi bila mengingat tradisi ancam mengancam sudah menjadi semacam gertak sambal partai yang satu ini. Saat menjelang deklarasi pasangan SBY Boediono, PKS juga mengancam untuk tidak mendukung pasangan ini bila Cawapresnya Boediono, namun di saat saat terakhir PKS akhirnya menjadi pendukung pasangan ini.

Meski terancam kehilangan satu kursi, namun tiga kursi menteri yang lainnya bukanlah jumlah yang sedikit. Posisi menteri tetap menjadi sumber daya ekonomi yang menarik bagi kehidupan dan kesejahteraan parpol. Sehingga kehilangan semua kursi tidaklah menjadi pilihan yang indah meski tampak begitu patriotik. Segala negosiasi kekuasaan pun akan lebih mudah dilakukan bila partai menjadi bagian dari koalisi.PDI Perjuangan yang terkenal konsisten dengan sikap oposisinya pun sempat tergiur dengan tawaran menteri dari pemerintahan SBY karena sumber daya yang bisa diolah dari kursi kementerian tentu bukan main main.

Sementara bagi SBY, pengurangan kursi menteri asal PKS, tidak saja berarti untuk berbagi kekuasaan dengan kekuatan politik yang lain, namun juga untuk memberi sinyal terhadap PKS untuk tidak terlalu “gaduh”. Karena PKS ini merupakan partai yang unik, meski menyandang titel sebagai partai koalisi, tapi tingkah lakunya sering menjadi ke-oposisi-oposisi an. Meski PKS mendapat jatah menteri yang cukup banyak, tapi di DPR sering menyerang kebijakan pemerintah bahkan berseberangan.

Memang ancaman mundur PKS terdengar cukup gagah. Namun hanya satu pertanyaan buat mereka. Beranikah?

Oleh: listiaji | 4 Oktober 2011

FAHRI HAMZAH, PKS DAN KESEJAHTERAAN

Sekali lagi tokoh PKS membuat pernyataan yang sensasional. Anggota DPR dari PKS, Fahri Hamzah kali ini menuntut pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi – KPK. Menurutnya, penanganan hukum oleh KPK sudah kebablasan, dan selama 9 tahun UU KPK, tingkat korupsi makin meningkat.

 

Entah kebetulan atau tidak, usulan pembubaran ini dilancarkan bebarengan dengan langkah KPK meminta kesaksian pimpinan Banggar DPR dalam sebuah kasus korupsi, dimana satu kadernya, Tamsil Linrung juga turut diperiksa. Badan Anggaran DPR selama ini dicurigai sebagai salah satu titik korupsi dimana lembaga ini menetapkan/menyetujui anggaran dalam APBN. Fahri Hamzah juga menyebut KPK adalah mubazir. Ia nampaknya lupa bagaimana kinerja DPR yang sudah sering dikeluhkan masyarakat. Malas menghadiri sidang, rajin studi banding ke luar negeri, gaji dan faslitas yang berlimpah, korupsi yang menjangkiti anggotanya apapun partainya, dan masih amat sangat banyak kemubaziran yang dilakukan DPR. Bila boleh meminjam pepatah lama yang menyebutkan, gajah di pelupuk mata tak terlihat, sementara semuat di seberang lautan terlihat. Bila memang partai ini “bersih dan peduli”, kenapa ia tidak mendukung pemeriksaan oleh KPK, apalagi pemeriksaan ini hanya sebagai saksi yang dimintai keterangan mengenai mekanisme penetapan anggaran.

 

Kembali ke PKS, semakin lama PKS tampak sudah semakin menjauhi idealismenya. Sudah berulang kali langkah politiknya semakin mendekati pragmatisme. Semakin lama, PKS sudah menjadi mesin politik yang tak ubahnya seperti partai politik lainnya yang berujung pada kekuasaan semata, apapun dan bagaimanapun caranya. Semakin lama melihat gaya berpolitik PKS, semakin mebuat perut mual. Betapa tidak, di satu kaki, ia ingin sekali mencitrakan sebagai partai pendukung pemerintah yang menjadi bagian dari koalisi. Namun di kaki yang lain, partai ini terus menyerang pemerintah. Saya mendapat kesan bila partai ini mencoba bermain dua kaki, bila kebijakan pemerintahan menguntungkan ia akan mengklaim sebagai bagian pemerintahan. Namun bila kebijakan pemerintahan tak populer, ia bergaya layaknya partai oposisi. Partai ini tampak ingin lebih sejahtera daripada sekedar adil.

Oleh: listiaji | 4 Oktober 2011

TARIF TOL TERBARU OKTOBER 2011

Pemerintah akhirnya memutuskan kenaikan tarif tol berkala ( dua tahunan) untuk tahun 2011 pada sejumlah ruas jalan tol di Indonesia. Tarif tol akan diberlakukan pada tanggal 7 Oktober 2011. Meski ada kenaikan, dua ruas tol tidak mengalami kenaikan karena diberlakukan pembulatan ke bawah bagi tarif yang kenaikannya tidak mencapai Rp. 250, yaitu ruas tol Semarang seksi A, B, C dan ruas tol Ujung Pandang (Makassar). Namun kenaikan itu tetap dicatat sebagai dasar kenaikan berkala dua tahunan pada periode mendatang.

Berikut adalah tarif terbaru tol edisi Oktober 2011,

No

Jalur Tol

Panjang (km)

Tarif Gol. I (Lama)

Tarif/Km Gol I (Baru)

1 Pondok Aren – Ulujami

5.55

2.000

2.500

2 Serpong – Pondok Aren

7.25

4.000

4.500

3 Cipularang

58.50

27.500

29.500

4 Ujung Pandang Tahap I dan II

6.05

2.500

2.500

5 Tangerang – Merak

73.00

28.500

31.000

6 Palimanan – Kanci

26.30

8.500

9.000

7 Jakarta Outer Ring Road

45.30

7.000

7.500

8 Tol Dalam Kota Jakarta

50.60

6.500

7.000

9 Jakarta – Tangerang

33.00

4.000

4.500

10 Belawan – Medan – Tj Morawa

42.70

5.000

5.500

11 Jakarta – Bogor – Ciawi

59.00

6.500

7.000

12 Padalarang Cileunyi

64.40

6.500

7.000

13 Semarang Seksi A,B,C

24.70

2.000

2.000

14 Surabaya – Gempol

49.00

3.000

3.500

Sumber Gambar : google.com

 

Oleh: listiaji | 29 September 2011

CATATAN JELANG TENGAH MALAM

Wow …wow …wow …. jarang juga bulan ini gw nulis di blog, meski ada 2 tulisan, tapi cuma note harian aja, kalo gak salah yang pertama waktu gw ketemu pusat buku bekas di kawasan Stadion Semarang sama beberapa hari lalu soal Bandara Internasional Cengkareng yang bernuansa sangat urban. Yah, dua bulan ini emang gak terlalu menarik buat menulis coz ada beberapa hal yang harus dipikirkan mulai dari krisis keuangan global (hehehe … kayak pemimpin negeri aja) sampe Proyek Taman Buah.

Krisis keuangan global bukannya mau sok mikirin dunia, tapi krisis yang berawal dari krisis utang Amerika dan ancaman bangkrutnya Yunani bikin bursa seantero jagad panas dingin, termasuk Bursa Efek Indonesia. IHSG yang sempet menclok di 4195, minggu ini melorot terjun bebas ke 3.200 an. Artinya asset gw di bursa juga ikutan melorot .. hiks .. hiks …

Tapi itu kabar buruknya, kabar baiknya Proyek Taman Buah gw udah dimulai. Setelah mengkapling area untuk taman buah, kemaren dilakukan penanaman 12 jenis tanaman buah unggulan antara lain, sirsak madu, jambu getas merah, nangka mini, sawo, belimbing, jambu kancing, srikaya jumbo, kelengkeng diamond, mangga gedong, dan jambu citra. Sementara hari ini 13 tanaman buah kloter kedua udah sampe, untuk acara penanaman esok hari. Rencananya sekitar 200 hingga 300 tanaman buah akan meramaikan rumah gw, dan diharapkan dalam waktu kurang dari 2 tahun, mereka udah bisa berbuah.

Ya begitulah catatan jelang tengah malam kali ini. See you next time.

Bandara Soekarno Hatta (google.com)

Malam ini lagi terkenang pengalaman pertama kali terbang melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng sekitar tahun 1990 an atau hampir 20 tahun yang lalu. Kala itu gw terbang dari Jakarta menuju Ujung Pandang (UPG), kini Makassar, menggunakan Garuda Indonesia. Entah karena masih baru atau mengapa, suasana terbang di Cengkareng terasa begitu menyenangkan dan exclusive. Kala itu semua tertata dengan rapi, penumpang pun dilayani dengan sangat baik, baik oleh airline maupun petugas bandara. Semua fasilitas jelas lebih exclusive, layaknya kita memilih hotel berbintang bahkan perhatian pada orang tua yang memerlukan wheelchair pun tak luput dari perhatian petugas. Pendek kata, para (calon) penumpang dilayani dengan baik dan terbilang cukup memuaskan.

Dan beberapa waktu lalu, atau dua dekade setelah penerbangan pertama melalui Bandara Soekarno Hatta, gw kembali terbang dari Bandara yang sama, menumpang sebuah airline rute Cengkareng (CGK) menuju Semarang (SRG). Bener-bener pengalaman yang berbalik 180 derajat. Terbang dari Cengkareng tak ubahnya kita naik Metro Mini dari Terminal Pulogadung Jakarta Timur. Calon penumpang yang tak mau mengantri dengan benar sementara antrian meja check in yang mengular, entah berapa banyak penumpang yang berserakan di lantai terminal, toilet yang bau, dan teriakan petugas yang memanggil penumpang seperti layaknya kondektur bis kota memanggil penumpang. Belum lagi pedagang asongan di parkiran, taxi gelap yang berkeliaran, orang bebas merokok meski ada larangan merokok, dan berkeliarannya tukang ojek.

Suasana kelas kambing belum juga berakhir saat calon penumpang boarding ke dalam pesawat. Saat boarding, ada aja penumpang yang membawa koper, bungkusan kardus dalam ukuran besar ke dalam kabin. Padahal jelas-jelas diatur penumpang hanya boleh membawa satu buah tas tangan ke dalam cabin. Tapi sayangnya petugas pun tak mau memberi ketegasan kepada calon penumpang, yang membikin suasana ruwet dalam cabin. Untung saja tidak ada calon penumpang yang membawa ayam atau burung seperti di terminal bis.

Menjelang take off, masih banyak penumpang yang berkeliaran dan susah diatur. Sementara saat landing mereka juga tak mengindahkan aturan untuk tak menyalakan handphone dengan langsung menyalakan handphone langsung begitu roda pesawat mendarat di landasan.

Ya begitulah dua pengalaman terbang dari bandara yang sama yang terpaut waktu dua dekade tersebut. Bila kita mengambil sisi positif, kita bisa melihat betapa perekonomian masyarakat Indonesia tumbuh luar biasa sehingga kapasitas bandara Soekarno Hatta yang hanya untuk 22 juta penumpang telah digunakan lebih dari 42 juta penumpang, atau hampir dua kali lipat kapasitas. Kalo boleh mengutip tag line sebuah perusahaan penerbangan, disebutkan “Everyone can fly”. Sehingga bepergian dengan pesawat bukan lagi menjadi barang mewah yang menjadi previllege kalangan tertentu seperti jaman tahun 90 an kala itu.

Terminal Pulogadung Jakarta (google.com)

Namun pertumbuhan yang luar biasa itu tak dibarengi dengan peningkatan layanan dan kapasitas oleh pengelola bandara yang mengelola bandara layaknya terminal bis. Pokoknya pesawat keluar masuk bayar retribusi demikian juga dengan penumpang yang penting bayar airport tax. Sementara pihak pengelola airline juga tidak memberikan edukasi bagi calon penumpang tentang bagaimana terbang nyaman dan aman, termasuk menegakkan aturan untuk kenyamanan dan keamanan bersama. Mereka hanya mengejar penjualan tiket, yang penting banyak penumpang dan setelah sampai mereka keluar dari pesawat.Airline terutama budget airline, tak peduli dengan tumpukan barang bawaan dalam ukuran besar yang selain mengganggu sesama penumpang, juga dapat membahayakan penerbangan dengan kemungkinan kelebihan beban.

Anda orang Semarang? Pernah kesulitan cari majalah atau komik bekas yang sudah tak terbit lagi?Gw hari ini akhirnya nemuin pusat penjualan buku bekas dan juga bajakan di Semarang ini berkat bantuan dari seorang kawan dan juga bantuan Oom Google .. hehehe …Tempatnya semacam pusat buku di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat lah.

Setelah menelusuri jalanan Semarang yang banyak one way dan juga teriknya panas matahari yang lebih panas dari Jakarta sono, akhirnya gw nemuin pusat penjualan buku bekas dan bajakan yang terletak di Jalan Stadion Timur, Semarang. Ancer-ancernya, setelah melewati Jalan Mataram yang penuh dengan jualan loenpia, kuliner khas Semarang itu, ada belokan ke kiri menuju Stadion Diponegoro. Nah pusat buku ini terletak di sisi timur stadion, dan makanya dinamakan Jl. Stadion Timur. Konon tempat ini udah exist sejak tahun 1980 an.

Memasuki jalanan ini, dengan mencolok mata ditemukan puluhan kios penjual buku baik itu buku kuliah, novel, komik lama, majalah-majalah terbitan jadul dan segala macamnya, tentu dengan harga yang sangat terjangkau.

Gw juga gak begitu lama, karena panasnya Semarang emang polll banget, sehingga gw memutuskan untuk kembali nanti pada jam-jam yang lebih bersahabat. Untuk kali ini, gw cuma beli beberapa buku ringan, dan komik sebagai oleh-oleh.

Oleh: listiaji | 30 Agustus 2011

HARI (HARI) INI LEBARAN – 2011

Setelah sebulan penuh, umat muslim berpuasa, sebagian umat Muslim Indonesia (Muhammadiyah) berlebaran pada hari ini (30/08/2011). Sementara sejumlah umat muslim lainnya (NU) akan merayakan lebaran pada esok hari (31/08/2011). Meski terjadi perbedaan perhitungan hari raya Idul Fitri, tapi anggap sajalah perbedaaan itu sebagai rahmat dari Allah SWT. It doesn’t matter. Gimana nggak perbedaanitu harus kita anggap sebagai rahmat. Bayangin aja kalo semua di bumi ini sama. Hidup bakalan gak asyik, tak ada lagi yang diperbincangkan, tak ada lagi saling membutuhkan.

Anyway, lebaran kali ini adalah lebaran kedua gw setelah pindah ke Ungaran. Bedanya, tahun lalu kami masih tinggal di rumah transit sambil menunggu penyelesaian rumah kami yang saat ini kami tempati. Selain itu, kalau tahun lalu kami mudik ke Jakarta pada hari kedua lebaran, untuk tahun ini, kami memutuskan untuk menikmati hari Raya di Ungaran saja, sambil menikmati ritual tahunan, mudik lebaran. Tapi syukurnya lebaran tahun ini jalanan ke Semarang lebih lengang dan tidak macet seperti tahun sebelumnya, karena dibukanya jalan tol Semarang-Ungaran. Jadi jelang lebaran, lebih enak jalan-jalan ke Semarang.

Okey lah. Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H bagi warga Muhammadiyah dan semua yang berlebaran pada hari ini, dan juga Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Hari Terakhir untuk kawan-kawan NU cs. Semoga segala amalan dan ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin.

 

Oleh: listiaji | 28 Agustus 2011

MENUJU KEBEBASAN FINANSIAL

Siapa yang tidak pernah mendengar tentang kebebasan keuangan? Tentu anda semua pasti sudah sering mendengar istilah tersebut. Dan kebanyakan orang yang bekerja pasti mengidam-idamkan agar bisa mencapai kebebasan keuangan. Tapi apakah yang benar-benar dimaksud dengan kebebasan keuangan?

Kebebasan keuangan adalah dimana seseorangan mencapai saving cukup banyak dan relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan-nya untuk hidup dengan gaya hidup yang diinginkan. Kebebasan finansial juga dapat dapat didefinisikan sebagai fase ketika kita berada dalam ketenangan dan pilihan untuk tidak bekerja lagi demi uang, karena uanglah yang bekerja untuk kita (passive income). Yang dimaksud dengan passive income disini adalah uang yang masuk tanpa harus kita bekerja.

Saving bisa dicapai dengan berbagai cara, misalnya dengan tabungan, deposito, namun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik yakni diatas nilai inflasi maka saving wajib di kombinasikan dengan investing seperti pada reksa dana, saham, properti, dll.

Adapun pendapatan yang didapat dari active income adalah penghasilan yang didapat karena bekerja lalu dibayar atau mendapat upah dan kalau tidak bekerja tidak akan mendapatkan penghasilan. Sekedar catatan kalau kita bekerja sebagai karyawan umumnya kenaikan gaji (income) yang didapat berada dibawah tingkat inflasi, sehingga daya beli menjadi menurun sejalan dengan bertambahnya waktu.  Untuk mengatasi kondisi tersebut  maka alangkah bijaknya jika kita memiliki orientasi pertumbuhan aset dalam bekerja.

Jika tidak maka kita berpotensi untuk bekerja secara terus menerus, berikut perbedaan orientasi bekerja adalah:
1. Bekerja => active income output => lifetime work;
2. Bekerja => asset => passive income output => financial freedom.

Agar fase kebebasan keuangan tercapai, tentu harus dilakukan aktifitas saving & investing, yakni:
a. Saving & investing = Consumption
Ini adalah kondisi ideal dimana tabungan & investasi berada dalam jumlah yang seimbang dengan pengeluaran, artinya income yang diterima hanya 50 persen yang digunakan untuk konsumsi, sedangkan sisanya untuk tabungan dan investasi. Biasanya pola ini cocok untuk anak muda yang belum menikah dimana kewajiban (liability) / utang belum ada. Untuk mencapainya memang kita harus bekerja dengan cerdas, bagaimana uang kita dapat bekerja keras untuk kita dan menghasilkan passive income.

b. Saving & investing = Consumption – Debt
Pada pola ini tabungan dan investasi lebih sedikit dikarenakan adanya kewajiban utang (debt), pada kondisi ini memang dibawah ideal namun masih wajar. Biasanya tahap ini terjadi bagi mereka yang sudah berkeluarga.  Perkembangan zaman dan industri keuangan, mendorong tumbuhnya instrumen utang, hal ini menyebabkan pemakaian dan upaya untuk mendapatkan utangpun menjadi lebih mudah. Sekarang semakin banyak ditemukan konsumsi berbasis utang (kartu kredit, KTA atau kredit tanpa agunan dan lain-lain).

Karena itu, hanya menjaga keseimbangan antara saving, invesment & consumption saja tidak cukup, tetapi harus ditambah dengan menyiasati agar kita bisa terbebas dari utang. Utang adalah pembunuh kebebasan primer. Ingin kebebasan finansial? Hal pertama yang harus anda lakukan adalah keluar dari utang. Itu adalah prioritas nomor satu.

c. Saving & investing = Consumption – Debt + Protection
Pola ini merupakan yang paling bijak bagi mereka yang telah berkeluarga dan memiliki anak, meskipun tabungan dan investasi tidak sebesar tahap sebelumnya namun penyebabnya adalah alokasi dana untuk proteksi (manajemen resiko) biasanya dalam bentuk premi asuransi.

Sejalan dengan berkembanganya industri asuransi dan peningkatan dana pendidikan tentu juga mempengaruhi kebebasan finansial. Karena kita harus memenuhi unsur proteksi untuk diri sendiri maupun keluarga dalam bentuk asuransi maupun investasi dana pendidikan.

Ada beberapa tahap sebelum mencapai kebebasan finansial (financial freedom), yakni:
1. Financial Protection yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai cukup uang untuk memenuhi pengeluaran bulanan minimum, untuk 2 bulan sampai 24 bulan tanpa harus bekerja.
2. Financial Security yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mempunyai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya dapat mencukupi kebutuhan diatas minimum tanpa harus bekerja lagi, kecuali bila kita memilih untuk bekerja.
3. Financial Vitality yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya tidak hanya bisa mencukupi kebutuhan pada tingkat Financial Security (di atas minimum) melainkan juga bisa mencukupi kebutuhan sekunder tanpa harus bekerja, kecuali bila kita memilih untuk bekerja.
4. Financial Independence yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan kita untuk hidup persis dengan gaya hidup kita yang sekarang. Dengan kata lain kita bebas tidak bekerja.
5. Financial Freedom yaitu suatu kondisi keuangan dimana kita mencapai investasi cukup banyak yang relatif aman, dan hasilnya mencukupi kebutuhan kita untuk hidup dengan gaya hidup yang kita inginkan (lebih baik dari gaya hidup sekarang).

Sudah sampai tahap manakah anda?

Faktor penting lainnya dalam mencapai kebebasan finansial untuk anda adalah sangat ditentukan oleh gaya hidup anda saat ini, esok dan masa depan. Sebagian orang lebih suka hidup sederhana, dan akan selalu ingin hidup seperti itu, maka tipe seperti ini akan mencapai tingkat kebebasan keuangan lebih cepat dari pada mereka yang memiliki pola hidup mewah. Pada akhirnya, kebebasan finansial adalah tentang kontrol pengeluaran terhadap diri kita sendiri. Kebebasan finansial adalah sebuah pilihan bukan kebetulan.

Oleh: listiaji | 28 Agustus 2011

KIAT MEMILIH REKSADANA YANG BAIK

Bagaikan sebuah kendaraan, jika penggunaannya benar maka Reksa Dana (RD) akan membawa anda menjadi lebih kaya dikemudian hari. Berikut adalah tips yang dapat anda pertimbangkan agar tidak salah dalam memilih reksa dana.

  1. Return atau kinerja pertumbuhannya secara historis, harus disadari bahwa kinerja masa lampau (historis) bukan merupakan jaminan bagi pencapaian dimasa mendatang (dapat lebih tinggi atau lebih rendah) namun return secara historis merupakan hasil kerja berjalan sehingga dapat dijadikan tolak ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja reksadana mendatang. Return yang dimaksud adalah harus optimal, sesuai dengan tingkat resiko yang dihadapinya, contoh RD saham (RDS) lebih beresiko dibanding dgn RD campuran (RDC) dan RDC lebih beresiko jika dibandingkan dengan RD pendapatan tetap (RDPT) namun RDPT lebih beresiko dari RD pasar uang (RDPU).
  2. Sharpe Ratio (SR), mengukur konsistensi dari kinerja return dalam jangka yg relatif panjang. Untuk menghitung ini wajib menghitung Standar Deviasi (SD) terlebih dahulu. Jadi excess return dari RD tersebut terhadap instrumen yang relatif bebas resiko (Sertifikat Bank Indonesia) dibagi dengan SD. Maksudnya adalah setiap RD pasti memiliki kinerja yang ber gejolak atau bervariasi, kadang memberikan keuntungan namun kadang juga menghasilkan kerugian, nah penyimpangan tersebut dapat dibuat standar atau disebut dengan standar deviasi (SD). Catatan (metode Risk and Return): SD semakin rendah berarti RD relatif aman, sebaliknya SR semakin tinggi berarti kinerja relatif lebih baik.
  3. Portfolio, adalah kumpulan alokasi aset dari RD tersebut, evaluasilah apakah memiliki likuiditas yang relatif tinggi, untuk portfolio obligasi dilihat ratingnya, untuk saham sebaiknya dilihat apakah termasuk dalam LQ45 atau masuk dalam katagori Kompas 100. Mengapa demikian karena saham-saham yang ada dalam kelompok tersebut merupakan saham yang memiliki likuiditas yang tinggi, serta nilai kapitalisasi pasar yang besar, juga merupakan saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik.
  4. Jumlah Dana Kelolaan atau Asset Under Management (AUM) merupakan cerminan kepercayaan masyarakat terhadap RD tersebut (sesuai dengan lamanya RD dan kecanggihan tenaga pemasar RD tersebut tentunya). Kalau dari sudut pandang saya faktor pertumbuhan dana juga harus diperhatikan, sebaiknya kita minta data pertumbuhan AUM terlebih dahulu selain kita lihat perkembangan returnnya dalam kurun waktu tertentu. Perlu dicatat bahwa semakin besar AUM maka petumbuhan return berpotensi melambat.
  5. Komposisi investasi yg dimaksud adalah harus sesuai dengan yang tertulis didalam Prospektus RD tsb. Beberapa RD (tidak banyak) kadang melanggar batas komposisinya walau hanya sedikit. Ada hal menarik yang harus diperhatikan yakni ketentuan Bapepam minimal 2 persen dari AUM harus berbentuk kas.
  6. Biaya, perhatikan biaya masuk (subscription fee), biaya managemet, biaya switching serta biaya keluar (redemption fee). Biaya disini bukan sekedar pernik tetapi sangat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dana anda dalam kurun waktu yang panjang.

Lalu yang juga tidak kalah penting adalah pemilihan jenis reksa dana tersebut haruslah sesuai dengan jangka waktu investasi yang kita inginkan, sebagai contoh:

  1. Jangka waktu sangat pendek yakni kurang dari 1 tahun gunakan reksa dana pasar uang (RDPU);
  2. Jangka waktu pendek yakni antara 1 hingga 2 tahun gunakan reksa dana pendapatan tetap (RDPT) dan dapat sedikit dikombinasikan dengan reksa dana campuran (RDC);
  3. Jangka waktu menengah yakni antara 2 hingga 5 tahun gunakan reksa dana campuran (RDC) dengan kombinasi pada reksa dana saham (RDS);
  4. Jangka waktu panjang yakni diatas 5 tahun gunakan reksa dana saham (RDS);

Jika kiat tersebut dilakukan dengan konsisten maka perkembangan dana anda berpotensi besar untuk tumbuh secara positif. Selamat melakukan investasi pada reksa dana dengan benar.

Source: kompasdotcom

Oleh: listiaji | 20 Agustus 2011

GUDEG YU DJUM VERSUS STARBUCKS


Tersenyum .. ya begituah reaksi gw membaca judul artikel ini di sebuah tabloid keuangan. Bagaimana tidak artikel ini sangat berani membandingkan antara manajemen dan strategi Gudeg Yu Djum yang terletak di Jogjakarta dengan sebuah perusahaan publik yang juga bergerak di bidang F&B yang bermarkas di Amerika Serikat.

Artikel ini menyoroti bagaimana manajemen Gudeg Yu Djum yang dengan bijaknya mengendalikan pertumbuhannya demi mempertahankan kompetensi, pengawasan kualitas, customer value propotion, dan brand awareness. Akibatnya Yu Djum selama lebih kurang 60 tahun beroperasi hanya mempunyai 3 warung saja meski ia mempunyai cukup banyak pelanggan untuk mempertahankan cita rasa karena ia tetap mempertahankan gula merah yang berasal dari Wates dan tetap menggunakan tungku kayu bakar. Yu Djum tak tertarik untuk mengembangkan cabang hingga ke luar kota demi mempertahankan customer experience dalam menikmati Gudeg Yu Djum.

Sementara di belahan bumi lain di Amerika sebuah perusahaan publik yang dikuasai oleh Howard Schultz berhasil membukukan pertumbuhan yang luar biasa. Sejak Schultz membelinya pada tahun 1984 dan mencatatkan perusahaan ini di bursa saham pada 1992. Hingga tahun 2000 Starbuck telah mempunyai 2.500 outlet dan hingga 2007 Starbuck telah membukukan 15.000 outlet. Hal ini semata untuk menyenangkan investor demi menggerakkan harga saham yang optimal. Karena sebagai perusahaan publik, pertumbuhan outlet, kenaikan pendapatan, kenaikan laba menjadi sorotan utama, bila tidak bersiap-siap harga sahamnya anjlok, dan bisa berdampak pada pergantian CEO. Namun, pertumbuhan Starbuck yang cukup pesat ini memang harus dibayar mahal, antara lain hilangnya customer experience akibat penggantian mesin kopi yang lebih cepat sehingga menghalangi sensasi pelanggan melihat proses pembuatan kopi serta penurunan cita rasa kopi. Pemilihan lokasi di kelas dua juga mengakibatkan sepinya pengunjung. Untuk membiayai expansinya Starbuck juga meningkatkan utang dari USD 1,6 milyar menjadi USD 3 milyar, melebihi ekuitasnya yang hanya USD 2,3 milyar. Hal ini mengakibatkan peningkatan resiko financial.

Lalu apa yang terjadi dengan pertumbuhan Starbuck yang fenomenal ini? Sepinya pengunjung di sejumlah outlet, beban finansial yang membumbung tinggi serta hilangnya roh Starbuck hingga menjadi sekedar penjual kopi, akhirnya pada tahun 2008, CEO Starbucks memutuskan untuk menahan pertumbuhan gerai baru, bahkan lebih dari itu, Starbucks menutup sekitar 900 outlet nya.

Meski dengan ukuran yang sangat berbeda, Yu Djum menjadi lebih beruntung karena tidak go public, sehingga tidak harus mengurusi selera investor. Yu Djum dapat berkonsentrasi penuh untuk mengurus selera konsumen yang tetap menjadi pelanggan setianya.

Artikel ini juga mengingatkan kita bahwa pertumbuhan juga memiliki resiko, bahwa pertumbuhan tidak boleh dibiarkan saja melaju tanpa irama yang jelas dan pertumbuhan harus dikelola dengan baik, karena bila tidak justru pertumbuhan akan menjadi bumerang menuju kehancuran

Oleh: listiaji | 18 Agustus 2011

HARGA TIKET MUDIK KERETA EKONOMI 2011

1. KA Matarmaja Lebaran (Pasar Senen – Malang) harga tiket Rp51.000

2. KA Komunitas Utara Lebaran (Jakarta Kota – Surabaya Pasar Turi) harga tiket Rp43.500

3. KA Kertajaya Lebaran (Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi) harga tiket Rp43.500

4. KA Mantab Lebaran (Tanah Abang – Madiun) harga tiket Rp33.500.

5. KA Tawangjaya Lebaran (Pasar Senen – Semarang) harga tiket Rp33.500

6. KA Kutojaya Lebaran (Tanah Abang – Kutoarjo) harga tiket Rp28.000.

   

 

Oleh: listiaji | 8 Agustus 2011

MATONG, RESTORAN BERNUANSA TOILET DI TAIWAN

Baru denger sebagian ceritanya aja, rasanya udah enek. Gimana nggak, baru aja ngobrol dengan temen gw soal sebuah restoran unik di Taiwan sana, yang bernuansa toilet. Toilet???? Restoran????? Yup betul, karena di resto yang dibuka tahun 2004 dantelahpunya 12 cabang tersebut, anda akan duduk di kursi yang terbuat dari toilet sungguhan, tempat minumnya menyerupai tempat pipis pria, tissuenya pun seperti tissue rol di toilet. Yang paling parah, menu ice cream dan beberapa sajiannya mirip ..yakkkk …. kotoran manusia. dan gilanya restoran ini katanya cukup laku.

Komen gw atas resto ini, 1. Sang pemilik selain berani melawan arus dalam menetapkan konsep, ia juga beruntung karena ide gilanya diterima masyarakat setempat, 2. Kalo gw bilang ide pemiliknya terbilang gila, tapi menurut gw yang gila bener konsumennya, dalam artian dengan konsep yang sangat bertolak belakang, karena mereka sanggup makan diantara suasana penuh kotoran yang begitu jorok, atau setidaknya mereka sedang “sakit”. Hmmm … gw pengen tahu resto ini tapi sekaligus juga gak pengen tahu …

Oleh: listiaji | 7 Agustus 2011

SETAHUN DI UNGARAN …..

Setahun sudah, secara tiba-tiba kami pindah dari ibukota negeri ini, Jakarta ke Ungaran, sebuah kota kecil di sebelah selatan Semarang. Sebuah kepindahan yang menurut gw cukup luar biasa. Bukan tanpa alasan, gw bilang ini luar biasa. Memang sejak gw memutuskan buat pensiun dari jurnalis televisi di antv, gw udah merencanakan mencari tempat untuk tetirah, beristirahat dari kepadatan Jakarta yang bisa berisi 12 juta kepala saban harinya, ke suatu tempat yang cozy tapi punya akses yang baik ke Jakarta. Dari berbagai kota yang gw pilih, Ungaran sama sekali tak terbayang menjadi tempat buat ngejalani masa pensiun ini. Sempat terpikir Puncak Bogor, Bandung, dan Jogjakarta. Tapi akhirnya di saat-saat akhir, gw hampir milih Jimbaran, sebuah tempat di Bali sebagai tempat pensiun. Kita udah lihat-lihat lokasi, akses sekolah buat anak, akses transport ke Jakarta dan sebagainya. Kenapa Bali? Ya, Bali jelas sebagai tempat wisata kelas dunia mempunyai infrastruktur yang berkelas dunia, Bali juga tidak terpencil dan juga menawarkan tempat berlibur yang cukup beragam.

But, semua menjadi buyar, ketika padaq tahun 2010, kami sekeluarga hendak ke Bali untuk survey lokasi yang terakhir kalinya. Waktu itu kami melewati Ungaran dan tiba di suatu tempat yang kini menjadi kediaman kami. Tiba-tiba tanpa banyak berpikir panjang, gw, istri gw n anak-anak beridea untuk membangun di tanah ini. Dan tahu apa yang terjadi? Kami semua batal ke Bali dan kembali ke Jakarta untuk membuat gambar rumah klasik Eropa pada seorang arsitek. Dan sekitar sebulan kemudian, pembangunan Wisma Garuda 110 pun dimulai.

Bicara tentang Ungaran memang jauh dari tempat tinggal gw dahulu, Jakarta. kota kecil yang terdiri dari dua kecamatan, Ungaran Timur dan Ungaran Barat ini berpenduduk sekitar 150 ribuan penduduk. Kota ini tak terlalu besar, namun terbilang memiliki layanan umum yang cukup memadai bagi penduduknya, kecuali airport dan stasiun kereta api yang masih harus ikut ke Semarang yang berjarak sekitar 20 kilometer. Rumah gw, terbilang terletak di jantung kota Ungaran ini. Sangat dekat dengan sekolah, bank, kantor pemerintahan Kabupaten Semarang, kantor pos, RSUD dan bahkan terletak di sebelah rumah sakit spesialis tulang. Sejumlah fasilitas 24 jam seperti SPBU, mini market juga sudah tersedia.

Dan hari ini kami tepat setahun pindah ke kota kecil Ungaran. Semoga tempat ini menjadi tempat yang nyaman bagi kami sekeluarga.

Oleh: listiaji | 6 Agustus 2011

MAKNA NAMA BULAN DALAM KALENDER HIJRIYAH

Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran matahari. Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah.

Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29 – 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata’ala, ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS :At Taubah(9): 36).

Sebelumnya, orang arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad saw telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender Hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah saw adalah di tahun gajah.

Abu Musa Al-Asyri sebagai salah satu gubernur di zaman Khalifah Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu.

Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a. Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah).

Alhasil, semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah saw.

Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku di masa itu di bangsa Arab.

Orang Arab memberi nama bulan-bulan mereka dengan melihat keadaan alam dan masyarakat pada masa-masa tertentu sepanjang tahun. Misalnya bulan Ramadhan, dinamai demikian karena pada bulan Ramadhan waktu itu udara sangat panas seperti membakar kulit rasanya. Berikut adalah arti nama-nama bulan dalam Islam:

MUHARRAM, artinya: yang diharamkan atau yang menjadi pantangan. Penamaan Muharram, sebab pada bulan itu dilarang menumpahkan darah atau berperang. Larangan tesebut berlaku sampai masa awal Islam.

SHAFAR, artinya: kosong. Penamaan Shafar, karena pada bulan itu semua orang laki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan rumah untuk merantau, berniaga dan berperang, sehingga pemukiman mereka kosong dari orang laki-laki.

RABI’ULAWAL, artinya: berasal dari kata rabi’ (menetap) dan awal (pertama). Maksudnya masa kembalinya kaum laki-laki yang telah meninqgalkan rumah atau merantau. Jadi awal menetapnya kaum laki-laki di rumah. Pada bulan ini banyak peristiwa bersejarah bagi umat Islam, antara lain: Nabi Muhammad saw lahir, diangkat menjadi Rasul, melakukan hijrah, dan wafat pada bulan ini juga.

RABIU’ULAKHIR, artinya: masa menetapnya kaum laki-laki untuk terakhir atau penghabisan.

JUMADILAWAL nama bulan kelima. Berasal dari kata jumadi (kering) dan awal (pertama). Penamaan Jumadil Awal, karena bulan ini merupakan awal musim kemarau, di mana mulai terjadi kekeringan.

JUMADIL AKHIR, artinya: musim kemarau yang penghabisan.

RAJAB, artinya: mulia. Penamaan Rajab, karena bangsa Arab tempo dulu sangat memuliakan bulan ini, antara lain dengan melarang berperang.

SYA’BAN, artinya: berkelompok. Penamaan Sya’ban karena orang-orang Arab pada bulan ini lazimnya berkelompok mencari nafkah. Peristiwa penting bagi umat Islam yang terjadi pada bulan ini adalah perpindahan kiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka’bah (Baitullah).

RAMADHAN, artinya:sangat panas. Bulan Ramadhan merupakan satu-satunya bulan yang tersebut dalam Al-Quran, satu bulan yang memiliki keutamaan, kesucian, dan aneka keistimewaan. Hal itu dikarenakan peristiwa-peristiwa penting seperti: Allah menurunkan ayat-ayat Al-Quran pertama kali, ada malam Lailatul Qadar, yakni malam yang sangat tinggi nilainya.

Karena para malaikat turun untuk memberkati orang-orang beriman yang sedang beribadah, bulan ini ditetapkan sebagai waktu ibadah puasa wajib. Pada bulan ini kaurn muslimin dapat menaklukan kaum musyrik dalam perang Badar Kubra dan pada bulan ini juga Nabi Muhammad saw berhasil mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaum musyrik.

SYAWWAL, artinya:kebahagiaan. Maksudnya kembalinya manusia ke dalam fitrah (kesucian) karena usai menunaikan ibadah puasa dan membayar zakat serta saling bermaaf-maafan. Itulah yang membahagiakan.

DZULQAIDAH, berasal dari kata dzul (pemilik) dan qa’dah (duduk). Penamaan Dzulqaidah, karena bulan itu merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki Arab dahulu. Mereka menikmatinya dengan duduk-duduk di rumah.

DZULHIJJAH artinya:yang menunaikan haji. Penamaan Dzulhijjah, sebab pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam a.s. menunaikan ibadah haji.

Oleh: listiaji | 5 Agustus 2011

RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, “anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan”, Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”. Abubakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Oleh: listiaji | 31 Juli 2011

ISTILAH DALAM GADAI EMAS SYARIAH

Gadai emas kini makin marak. Layanan ini sekarang tidak lagi hanya monopoli Perum Pegadaian, namun telah menjadi semacam fitur wajib bagi bank-bank syariah.

Sebelum mencoba untuk bergadai emas, ada beberapa istilah yang harus dipahami nasabah terlebih dahulu. Apakah itu?

Nilai atau harga taksiran, salah satu istilah yang sering terdengar dalam bisnis ini. Harga Taksiran adalah nilai/harga taksiran bank syariah terhadap emas batangan yang akan digadai. Meskipun ada harga emas dari Antam yang bisa dijadikan acuan, namun bank syariah punya harga tersendiri untuk menghargai emas batangan penggadai. Biasanya lebih rendah dibandingkan harga emas dari Antam, semisal harga emas Antam untuk batangan 25 gr adalah 11.000.000, nilai taksiran bank syariah bisa cuma 10.500.000.

Berikutnya nilai gadai maksimal adalah nilai gadai (pinjaman) maksimal yang bisa diberikan oleh bank syariah kepada si penggadai. Biasanya berkisar antara 80-93% dari nilai taksiran, tergantung kebijakan masing-masing bank. Dalam contoh di atas, semisal nilai taksiran adalah 10.500.000 dan nilai gadai maksimal yang bisa kita peroleh adalah 90%, maka maksimal dana yang bisa kita terima adalah 90% x 10.500.000 = 9.450.000

Selanjutnya biaya titip adalah biaya yang mesti dibayarkan kepada bank syariah selama si penggadai menggadaikan emas batangannya. Biasanya dihitung per gram per hari dengan kalkulasi batas harian minimal tertentu, semisal: 3500/gr per 10 hari, jadi meskipun si penggadai cuma menggadai selama waktu 21 hari, dia akan dikenakan biaya titip 3500/gr x 3. Besaran biaya titip ini juga berbeda tiap bank, kisarannya jika diprosentasikan sekitar 1-1,5%/gr/bulan. Bank syariah mendapat keuntungan dari gadai emas melalui biaya titip ini.

Sedang biaya administrasi adalah biaya yang dikenakan oleh bank syariah untuk tiap sertifikat gadai yang dikeluarkan. Tiap kali dilakukan gadai, maka akan diterbitkan sertifikat gadai (semacam tanda terima) bagi si penggadai untuk menebus emas yang digadaikan. Bank mengenakan biaya terhadap tiap sertifikat/bukti gadai ini. Besarannya bervariatif.

Sementara lama gadai/titip adalag rentang waktu si penggadai menggadai emas batangannya. Biasanya maksimal lama gadai adalah 120 hari, setelah 120 hari bisa diperpanjang kembali atau ditebus.

Dengan berbagai pemahaman mengenai istilah dalam gadai emas di atas, mudah-mudahan kita jadi paham untuk memilih bank syariah mana yang bisa kita jadikan mitra dalam gadai emas; apakah yang nilai taksirannya tinggi, nilai maksimal gadainya tinggi atau biaya titipnya yang rendah.

Source: inilah dotcom

Situasi keuangan dunia yang makin tak menentu seakan menjadi ancaman bagi perekonomian dunia. Bagaimana tidak, Amerika Serikat masih juga belum menemukan titik temu dalam perdbatan antara pemerintah dan kongres mengenai kenaikan pagu utang, dan efisiensi anggaran. Bila hingga tanggal 2 Agustus 2011 mendatang, pemerintah AS dan kongres tak juga sepakat untuk menaikkan pagu utang senilai US$ 14,3 trilyun, dapat dipastikan Amerika akan mengalami gagal bayar terhadap utang-utangnya dan akibatnya rating Amerika Serikat yang sejak 1917 bertengger di AAA akan di downgrade oleh lembaga pemeringkat utang macam Moody’s, Standard Poor’s dan Fitch. Sejumlah pihak meramalkan hal ini sebagai awal kehancuran perekonomian dunia, karena Amerika Serikat sebagai pusat keuangan dunia dan pasar ekspor yang besar bagi banyak negeri exportir, akan mengalami kekacauan, biaya dana akan meningkat, daya beli akan menurun, dan diperkirakan hal ini akan berpengaruh cukup besar bagi negara di dunia.

Sementara dari belahan benua lainnya, Eropa, krisis yang dialami Yunani masih juga belum dapat diselesaikan. Yunani mengalami kebangkrutan dan frustasi. Uni Eropa juga belum kompak. Program penghematan yang hendak dilakukan pemerintahan PM George Papandreou, sebagai syarat untuk memperoleh dana talangan dari trio IMF, Uni Eropa dan European Central Bank, mendapat tentangan cukup kuat dari warganya.

Situasi demikian seakan menjadi ancaman bagi perekonomian di seluruh dunia, karena Amerika dan Eropa menjadi kiblat perekonomian dunia. Namun, apakah dampak situasi tersebut bagi perekonomian Indonesia?

Seminggu ini saya sedang banyak berpikir, apakah saya harus merelokasi investasi di saham, dan reksadana berbasis saham yang saya miliki, terutama untuk saham perusahaan yang berbasis ekspor. Kekhawatiran sempat juga melanda, apalagi bila melihat harga emas dunia yang dianggap dapat menjadi alat lindung nilai, yang terus meroket. Sementara nilai tukar US Dollar juga terus merosot. Walaupun tidak melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap ragam investasi yang saya miliki, tapi sedikit banyak saya juga mulai mengkonversi simpanan dalam US Dollar serta menambah kepemilikan logam mulia.

Namun saya mencoba membuka catatan mengenai Indonesia yang saya miliki. Indonesia ternyata tetap memiliki catatan yang unik dibanding negara-negara lain di regional maupun dunia. Untuk periode Desember 2010 hingga Juli 2011, Bursa Efek Indonesia mengalami pertumbuhan 8,11 persen, mengalahkan Malaysia yang tumbuh 4,99 persen dan Korea yang tumbuh 6,31 persen. Sementara Bursa Shanghai, Hongkong dan Singapura malah mencatatkan penurunan, masing-masing sebesar 0,37%, 1,34% dan 1,22%. Dalam beberapa moment, saya mengamati bursa Indonesia sering menghijau di kala bursa regional terhempas.

Situasi perekonomian dunia yang memburuk dapat dibaca secara positif sebagai peluang untuk mengembangkan  pasar uang Indonesia untuk lebih tumbuh. Mengapa? Karena perekonomian Indonesia didukung oleh konsumsi dalam negeri yang cukup besar dan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang cukup tinggi. Selain itu kondisi pemerintahan yang relatif stabil dan inflasi yang terkendali serta cadangan devisa bulan ini yang mencapai USD 119 miliar, menjadi alasan pendukung bagi tumbuhnya perekonomian Indonesia.

Tampaknya Indonesia akan menjadi pilihan fund manager untuk mengembangkan investasinya di kala situasi dunia yang kurang baik. Situasi ekonomi dunia akan menguntungkan Indonesia dan Indonesia akan tetap mengalami pertumbuhan yang baik hingga 2012 mendatang. Jadi untuk tahun 2011 ini, situasi pasar uang Indonesia saya rasa akan tetap baik, meski berbagai koreksi akan dialami Indonesia, walau tidak signifikan. Namun tak ada salahnya bagi kita untuk mendiversifikasi investasi terutama dalam emas dan property untuk mengurangi tingkat resiko yang tak diinginkan.

Oleh: listiaji | 17 Juli 2011

JOGJA KINI: MAKIN MACET, MAKIN KUMUH

Jogja atau Yogyakarta, mungkin termasuk salah satu kota yang paling sering gw kunjungi selain Bandung. Sebagai sebuah kota budaya, Jogja terbilang cukup terkenal baik di kalangan wisatawan domestik maupun wisatawan asing, terutama dengan ikon utamanya, Jalan Malioboro, seperti Bali dengan kawassan Kutanya. Dan hari ini kami pun berencana untuk sarapan di Soto Pak Slamet yang terletak di kawasan Godean, Jogja, dan ditutup dengan sedikit wisata belanja di kawasan Malioboro dan Pasar Beringhardjo.

Setibanya kami di Jogja, kami langsung mengawali dengan sarapan Soto Pak Slamet. Kesegaran soto Pak Slamet ini tetap sebagai salah satu daya tarik kami untuk mengunjungi Jogja. Usai sarapan, kami pun menuju kawasan Malioboro untuk berbelanja, namun sayangnya kami memerlukan waktu lebih dari 1/2 jam untuk memperoleh sepotong tempat parkir. Hampir seluruh tempat parkir terisi penuh seperti Mal Malioboro, Lot Parkir di sisi Pasar Beringhardjo, bahkan lahan parkir di Hotel Garuda dan Hotel Mutiara juga tak menyisakan satu tempatpun. Dan akhirnya kami pun mendapat parkir di lahan bekas sebuah bioskop di sebelah toko Mirota, setelah tiga kali mengitari Jalan Malioboro yang hanya one way.