Oleh: listiaji | 10 Oktober 2008

MUSEUM DI JAKARTA


Sebenarnya Jakarta mempunyai banyak sekali museum, kalau tidak salah lebih dari 60 buah museum, ta;pi sayangnya banyak dari museum-museum itu yang kondisinya tak terawatt. Museum bisa diartikan selain untuk menyimpan barang-barang tua, juga museum itu memang sesuatu yang tua dan tak menarik. Sebetulnya kondisi seperti ini mencerminkan pengelolaan museum di Indonesia yang kurang menghargai sejarah bangsa baik pengelola, pemerintah maupun masyarakatnya sendiri. Sebagai apresiasi gw terhadap museum-museum di Indonesia, gw bikin sejumlah daftar museum yang pernah gw datangi dan keterangan ringkas tentang museum tersebut.

  1. Museum Monumen Nasional (Monas)

Monas merupakan sebutan akrab untuk museum yang terletak di Jalan Silang Monas, Jakarta Pusat. Monas juga menjadi landmark dari ibukota Jakarta yang juga dijadikan simbol pemda DKI Jakarta. Dalam museum ini terdapat sejumlah diorama yang menggambarkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada zaman sebelum kemerdekaan hingga masa pembangunan.

Bagian yang menarik dari Monas adalah puncak tugu yang dapat dicapai dengan menggunakan lift. Di puncak tugu ini, Anda dapat menikmati pemandangan kota Jakarta tanpa halangan. Sementara tugu monas dibuat dengan lapisan emas dan dipadukan dengan tata cahaya berteknologi tinggi sehingga menampilkan citra warna-warni terutama pada saat malam hari.

 

  1. Museum Nasional (Museum Gajah)

Museum ini lebih dikenal dengan sebutan Museum Gajah, karena di halaman muka museum ini terdapat patung gajah. Patung gajah itu merupakan pemberian dari Raja Chulalongkorn (Rama ke V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum tersebut pada tahun 1871. Museum ini terletak di sisi barat Monas, atau tepatnya di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 Jakarta Pusat. Museum ini menyajikan berbagai koleksi edukasi cultural yang bernilai sejarah tinggi, antara lain, koleksi pra sejarah dari jaman 1,5 juta tahun yang lalu seperti fosil, artefak. Lalu koleksi barang kebudayaan dari jaman Hindu Budha yang lebih dikenal sebagai masa klasik Indonesia seperti arca Budha, keramik kuno, etnografi, sejarah dan geografi.

 

  1. Museum Sejarah Jakarta

Di kalangan masyarakat, Museum Sejarah Jakarta lebih dikenal sebagai Museum Fatahilah, terletak di Jalan Taman Fatahilah, Kota, Jakarta Barat. Gedung museum yang pernah digunakan sebagai tahanan bawah air oleh penjajah Belanda itu, didirikan pada tahun 1707, dan pertama kali digunakan sebagai Balai Kota Batavia pada era VOC. Pada museum ini menyajikan koleksi yang menggambarkan perkembangan kota Jakarta dari masa pra sejarah hingga masa kini. Koleksi yang dimiliki antara lain, replica peninggalan Tarumanegara dan Sudna, mebel antik abad 17 hingga 19. Selain itu, museum ini memiliki koleksi perkakas orang Betawi hingga Meriam Si Jagur yang popular dalam kebudayaan Betawi.

 

  1. Museum Joang ‘45

Kumuh. Begitu kesan pertama mengunjungi museum ini. Museum ini hanya berdandan ketika menjelang tujuh belasan saja. Museum Joang 45 yang terletak di Jalan Menteng Raya 31 Jakarta Pusat ini, dulunya merupakan hotel mewah di zaman Belanda, Hotel Schomper. Di museum ini, anda dapat menelusuri jejak perjuangan kemerdekaan RI dengan melihat koleksi benda-benda peninggalan yang dahulu digunakan para pejuang Indonesia. Koleksinya yang menarik terletak di bagian belakang museum, yaitu beberapa koleksi mobil dinas Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama, dengan plat nomor REP 1 dan REP 2. Selain itu terdapat koleksi foto perjuangan Indonesia untuk merdeka dan patung dada sejumlah tokoh pejuang.

 

  1. Museum MH Thamrin

Museum ini terletak di Jalan Kenari II No. 15 Jakarta Pusat. Sesuai namanya, museum ini adalah gedung yang dibeli tokoh perjuangan Muhammad Husni Thamrin dari seorang Meneer Belanda. Setelah dibeli museum ini dihibahkan dan digunakan sebagai pusat Pergerakan Kebangsaan Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia, yah pokoknya semacam pergerakan perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia lah. Selain patung-patung, museum ini juga menyajikan foto-foto perjuangan.  Sebetulnya sih nggak begitu menarik ya, seperti Museum Joang 45 aja.

 

  1. Museum Tekstil

Museum yang berada tak jauh dari pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara, Tanah Abang ini menyajikan sekitar 1.000 lebih koleksi yang menarik kain-kain tradisonal dari berbagai daerah di nusantara, antara lain batik, kain ikat, tenun, songket , prada dan sebagainya. Berbagai jenis kain yang dikerjakan dengan berbagai teknik seperti celup, tulils, cetak, sablon dan lukisan tangan juga ditampilkan disini. Selain berbagai jenis kain, Anda juga dapat melihat berbagai jenis alat tradisonal seperti untuk menenun dan membatik. Yang menarik disini, Anda bisa belajar dan praktek mengerjakan batik dan tenun, tapi kalo nggak salah nggak tiap hari, hari-hari tertentu saja. Buat info lebih lanjut, hubingi aja Museum ini di Jl. KS Tubun 2-4 Jakarta Pusat atau di telepon nomor 5606613

 

  1. Museum Bahari

Sesuai dengan namanya, museum ini menyajikan koleksi dan informasi terkait dengan sejarah kebaharian Indonesia. Bangunan museum ini merupakan bangunan peninggalan masa VOC Belanda, dan sempat menjadi gudang rempah-rempah VOC sebelum dikapalkan ke Eropa. Berbagai koleksi seperti perahu tradisonal se Indonesia dan sejumlah peralatan terkait dengan kebaharian, ditampilkan disini. Gaya bangunan museum yang menarik, menjadikan museum ini sering digunakan sebagai tempat pengambilan foto, video klip dan pembuatan film. Museum ini terletak di Jalan Pasar Ikan No. 1 Jakarta Utara. Paling gampang kesini lewat tol Sedyatmo aja.

 

  1. Museum Prasasti

Yang ini agak serem dikit nih, karena museum ini dulunya adalah taman pemakaman alias kuburan jaman Belanda seluas 1,2 hektar, yang kemudian dipugar menjadi Museum Prasasti dengan koleksinya di alam terbuka. Berbagai macam batu nisan dari seluruh propinsi di Indonesia ada disini, ada juga koleksi kereta jenazah antic, dan berbagai patung di taman keamtian ini. Aduh udah deh, nggak enak kali ye ngebahas kok kematian dan berbagai perniknya. Tapi kalo penasaran, dating aja kesini, nggak jauh kok di Jalan Tanah Abang  No. 1 Jakarta Pusat.

 

  1. Museum Bank Indonesia dan Museum Bank Mandiri

Kedua museum ini terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Museum ini menyajikan informasi mengenai sejarah perbankan dan keuangan Republik Indonesia. Yang lebih menarik sih Museum Bank Indonesia ya, karena sudah ditata dan didesain dengan baik. Nggak terlalu membosankan.

 

Masih banyak lagi sih museum-museum di Jakarta, antara lain di komplek Taman Mini Indonesia Indah seperti Museum Transportasi, Museum Pertahanan, dan Museum Graha Purna Bakti, info lebih lengkap kunjungi situs www.tamanmini.com . Tapi intinya bagaimana ya membuat museum ini menarik untuk dikunjungi. Karena kesan mengunjungi museum itu, tua, basi dan nggak ada kerjaan aja. Belum lagi museum yang tak terawatt seperti Gedung Joang 45 dan malah ada museum kematian alias Museum Prasasti. Selamat menghayal ke masa lampau deh.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: