Oleh: listiaji | 14 Januari 2010

UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN


Beberapa hari terakhir ini ada ribut-ribut di tv soal pemberlakuan undang-undang lalu lintas yang baru, yang seperti biasa pro kontra dan penuh dengan jeratan. Tapi diantara itu ada sejumlah aturan yang baru seperti tidak boleh nelpon atau dandan selama mengemudi, karena bakalan didenda 750 ribu perak, juga bila dulu ada aturan belok kiri boleh langsung, nah sekarang gak boleh lagi, karena harus mengikuti rambu lalu lintas yang ada. Lalu ada lagi buat para biker, harus nyalain lampu besar, tak hanya di malam hari tapi juga di siang hari. Masih ada lagi harus pake seat belt or denda 100 ribu perak menanti. Huehehehe … banyak banget yah aturannya .. saking banyaknya, sampe pusing bacanya .. dan ini setelah mencari kesana dan kemari ii undang-undang itu, akhirnya ketemu juga dan lumayan puyeng bacanya, tapi setelah diintisarikan ada kali lebih dari 50 pasal yang siap menjerat Anda di jalanan … wuuuihhh seremmm … bacalah sebelum uang melayang gara-gara tilang …

No Jenis Pelanggaran Pidana/Denda Referensi
  Penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakaan kendaraan dan/atau barang Kurungan paling lama 6 bulan atau denda Rp. 12.000.000 Pasal 273 ayat 1
  Penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas sehingga menimbulkan korban luka berat Kurungan paling lama 1 tahun atau denda Rp. 24.000.000 Pasal 273 ayat 2
  Penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas sehingga menimbulkan korban meninggal dunia Kurungan paling lama 5 tahun atau denda Rp. 120.000.000 Pasal 273 ayat 3
  Penyelenggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki Kurungan paling lama 6 bulan atau denda Rp. 1.500.000 Pasal 273 ayat 4
  Merusak dan/atau mengganggu fungsi jalan Kurungan paling lama 1 tahun atau denda Rp. 24.000.000 Pasal 274
  Mengganggu fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat laulintas, fasilitas pejalan kaki dan alat pengaman pengguna jalan Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 275 ayat 1
  Mengganggu fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat laulintas, fasilitas pejalan kaki dan alat pengaman pengguna jalan sehingga tidak berfungsi Kurungan paling lama 2 tahun atau denda Rp. 50.000.000 Pasal 275 ayat 2
  Angkutan umum dalam trayek yang tidak singgah di terminal Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 276
       
  Kendaraan roda 4 atau lebih di jalan yang tidak membawa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan P3K Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 278
  Kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas Kurungan paling lama 2 bulan atau denda Rp. 500.000 Pasal 279
  Mengemudikan kendaraan bermotor tanpa plat nomor polisi Kurungan paling lama 2 bulan atau denda Rp. 500.000 Pasal 280
  Mengemudikan kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM Kurungan paling lama 4 bulan atau denda Rp. 1.000.000 Pasal 281
  Pengguna jalan tidak mematuhi perintah polisi Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 282
  Mengemudikan kendaraan bermotor secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain yang mengganggu konsentrasi mengemudi di jalan

Ex. Menggunakan HP

Kurungan paling lama 3 bulan atau denda Rp. 750.000 Pasal 283
  Mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda Kurungan paling lama 2 bulan atau denda Rp. 500.000 Pasal 284
  Mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis  dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 285 ayat 1
  Mengemudikan kendaraan beroda empat atau lebih di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi kendaraan bermotor, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengatur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, apkbor, bumper, penggandengan, penempelan dan penghapus kaca Kurungan paling lama 2 bulan atau denda Rp. 500.000 Pasal 285 ayat 2
       
       
  Mengemudikan kendaraan bermotor tanpa STNK atau STCK Kurungan paling lama 2 bulan atau denda Rp. 500.000 Pasal 288 ayat 1
  Mengemudikan kendaraan bermotor tanpa bisa menunjukkan SIM yang sah Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 288 ayat 2
  Mengemudikan mobil angkutan atau mobil barang tanpa bisa menunjukkan KIR yang berlaku Kurungan paling lama 2 bulan atau denda Rp. 500.000 Pasal 288 ayat 3
  Pengemudi atau penumpang disamping pengemudi tidak menggunakan seat belt Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 289
  Mengemudikan kendaraan bermotor selain sepeda motor tanpa rumah-rumahan tanpa helm dan seat belt Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 290
  Pengemudi sepeda motor tidak menggunakan helm SNI Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 291 ayat 1
  Pengemudi sepeda motor membiarkan penumpangnya tidak menggunakan helm Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 291 ayat 2
  Pengemudi sepeda motor yang membonceng penumpang lebih dari 1 orang tanpa kereta samping Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 292
  Tidak menyalakan lampu utama kendaraan bermotor pada malam hari Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 293 ayat 1
  Tidak menyalakan lampu utama sepeda motor pada siang hari Kurungan paling lama 15 hari atau denda Rp. 100.000 Pasal 293 ayat 2
  Berbelok atau balik arah tanpa menyalakan lampu sen atau isyarat tangan Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 294
  Berpindah lajur atau bergerak ke samping tanpa memberikan isyarat Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 295
  Melanggar perlintasan rel kereta api saat sinyal/isyarat sudah dibunyikan/dinyalakan Kurungan paling lama 3 bulan atau denda Rp. 750.000 Pasal 296
  Balapan di jalanan Kurungan paling lama 1 tahun atau denda Rp. 3.000.000 Pasal 297
  Berhenti atau parkir di jalan tanpa segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain Kurungan paling lama 2 bulan atau denda Rp. 500.000 Pasal 298
  Pengguna kendaraan tidak bermotor dengan berpegangan pada kendaraan bermotor dan dapat membahayakan pengguna jalan lain Kurungan paling lama 15 hari atau denda Rp. 100.000 Pasal 299
  Mengemudikan angkutan barang yang tidak sesuai dengan kelas jalannya Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 301
  Pengemudi angkuatan umum yang berhenti tidak pada tempatnya, ngetem, menurunkan penumpang tidak di tempatnya, melewati jalan diluar rute Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 302
  Menggunakan angkutan barang untuk mengangkut orang Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 303
      304
  Mengemudikan kendaraan bermotor yang mengangkut barang khusus yangtidak memenuhi ketentuan tentang persyaratan keselamatan, pemberian tanda barang, parkir dan bongkar muat, waktu operasi dan rekomendasi dari instansi terkait. Kurungan paling lama 2 bulan atau denda Rp. 500.000 Pasal 305
  Mengemudikan kendaraan angkutan barang tanpa surat muatan dokumen perjalanan Kurungan paling lama 1 bulan atau denda Rp. 250.000 Pasal 306
  Mengemudikan kendaraan bermotor yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan Kurungan paling lama 2 bulan atau denda Rp. 500.000 Pasal 307
       
       
  Pengemudi kendaraan bermotor yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas  dengan kerusakan kendaraan dan atau barang Kurungan paling lama 6 bulan dan/atau denda Rp. 1.000.000 Pasal 310 ayat 1
  Pengemudi kendaraan bermotor yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas  dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan atau barang Kurungan paling lama 1 tahun dan/atau denda Rp. 2.000.000 Pasal 310 ayat 2
  Pengemudi kendaraan bermotor yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas  dengan korban luka berat Kurungan paling lama 5 tahun dan/atau denda Rp. 10.000.000 Pasal 310 ayat 3
  Pengemudi kendaraan bermotor yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas  dengan korban meninggal dunia Kurungan paling lama 6 tahun dan/atau denda Rp. 12.000.000 Pasal 310 ayat 4
  Mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang Kurungan paling lama 1 tahun atau denda Rp. 3.000.000 Pasal 311 ayat 1
  Mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan dan/atau barang Kurungan paling lama 2 tahun atau denda Rp. 4.000.000 Pasal 311 ayat 2
  Mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang Kurungan paling lama 4 tahun atau denda Rp. 8.000.000 Pasal 311 ayat 3
  Mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat dan kerusakan kendaraan dan/atau barang Kurungan paling lama 10 tahun atau denda Rp. 20.000.000 Pasal 311 ayat 4
  Mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia Kurungan paling lama 12 tahun atau denda Rp. 24.000.000 Pasal 311 ayat 5
  Pengemudi kendaraan bermotor yang melakukan tabrak lari Kurungan paling lama 3 tahun atau denda Rp. 75.000.000 Pasal 312
  Tidak mengasuransikan awak kendaraan dan penumpangnya Kurungan paling lama 6 bulan atau denda Rp. 1.500.000 Pasal 313

 

Gimana, udah baca belom??? Puyeng kan … lama-lama lebih aman disupirin aja kali ye … hahaha … oh ya ada juga yang masih bolong2, tapi berhubung otak udah mumet ya nanti dulu deh dilengkapinnya …

About these ads

Responses

  1. Dalam _UU tersebut Ada salah satu pasal tentang Penggunaan lampu rotator warna biru yang dikhususkan untuk kepolisian negara tetapi dalam peraturan pemerintah termuat didalamnya bahwa pengguna lapu rotator warna biru untuk penegak hukum. Yang dipersoalkan disini adalah bahwa selama ini diminta oleh kepolisian negara bahwa sat.pol.PP tidak diperkenankan untuk menggunakan lampu rotator atau sirene yang berwarna biru. Didalam PP jelas bahwa yang menggunakan lampu rotator warna biru adalah penegak hukum, pertanyaan SAYA
    1. apakah Sat.Pol.PP layak menggunakan lampu rotator warna biru?
    2.Tentang penegak hukum pertanyaan SAYA yang termasuk dalam penegak hukum itu siapa saja?
    3. Peraturan daerah termasuk dalam produk hukum?
    4. Unit mana yang menangani penegakan perda? Mohon penjelasan

  2. pasal 293 ayat 2 saya kurang setuju, kalo bicara safety justru menurut saya kurang safety karena apabila lampu dinyalakan secara terus menerus itu bisa mengakibatkan sistem kelistrikan terjadi hubungan pendek, karena panas yang berlebihan, sistem instrumen pengkabelan untuk sepeda motor saat ini masih banyak yang di desain tidak untuk dinyalakan secara terus menerus, memang ada sebagian sepeda motor saat ini didesain sistem kelistrikan utk penerangannya tidak menggunakan switch lagi ( lampu otomatis menyala) berarti sudah di desain dan sudah di uji, terbukti saya punya sepeda motor mengalami hal yang saya uraikan diatas, jd utk para pembuat uu harap dilakukan pengujian/analisis baru uu dikeluarkan, masyarakat sudah terlalu pintar utk di manipulasi dan jangan membuat sesuatu yang asal-asalan.

  3. pasal 293 ayat 1 saya kurang setuju, kalo bicara safety justru menurut saya kurang safety karena apabila lampu dinyalakan secara terus menerus itu bisa mengakibatkan sistem kelistrikan terjadi hubungan pendek, karena panas yang berlebihan, sistem instrumen pengkabelan untuk sepeda motor saat ini masih banyak yang di desain tidak untuk dinyalakan secara terus menerus, memang ada sebagian sepeda motor saat ini didesain sistem kelistrikan utk penerangannya tidak menggunakan switch lagi ( lampu otomatis menyala) berarti sudah di desain dan sudah di uji, terbukti saya punya sepeda motor mengalami hal yang saya uraikan diatas, jd utk para pembuat uu harap dilakukan pengujian/analisis baru uu dikeluarkan, masyarakat sudah terlalu pintar utk di manipulasi dan jangan membuat sesuatu yang asal-asalan.

  4. ane baru aj kena saalahh jalur marka jln di bilangan puncak
    paz ane dibawa ke poss
    ane bilang ane minta surat tilang yg biru
    dy “bilang kaga berlaku wilayah hukum ini”
    malah ane di omelin di bentak2 jg sim ampe di banting jatoh ke bawah lantai sama oknum polisi KAS** polres bogor kesatuannya ga ane perhatiin bgt
    ane ga mau ttd surat tilang malah ama dy di silang 2 kali di berkas ttd
    ngasih surat merah tertera pasal 282 (1)

    mana bijaksananya nurani pengayom masyarakat!!

    • Haa tu oknum ribut jgn ma gw bro adu argumen ama gw ujung2nya dia ngalah krn gw lebih ngotot, dan berani sidang gw nolak dibilang salah dan ga mau tanda tangan, terang aja gw nolak rambu yang ga bener gw yang disalahin seolah olah memang dikondisikan untuk menjebak pengendara..sampe gw foto tu rambu yang ngejebak dan dilokasi gw berhenti setelah sadar rambu..gw ladenin ampe pengadilan tu oknum..

  5. qo psal 310 ayat 1&4 dengan pasal 311 ayat 1&5 gaa ad iaa??

  6. negara gak usah kebanyakan peraturan karena yang jadi korban pasti rakyat kecil. dari pd gitu mending buat aja UU untuk org yang korupsi semua asetnya dibekukan. beres kan?

  7. sory meralat koment sebelumnya diatas, yang dimaksud pasal 293 ayat (2)

  8. buat semua yang tidak setuju dengan adanya pasal 394 ayat (2) _ menurut saya kalian itu tipekal orang yang tidak berfikir positif karena peraturan ini dibuat pasti ada dasarnya yang dimana notabene dengan menyalahkan lampu besar di siang hari dapat meminimalis angka kecelakaan. Contoh : banyak korban yang mengaku bahwa mereka menabrak dikarenakan tidak melihat kendaraan lawannya melintas tapi dengan adanya kendaraan yang melintas dengan menyalahkan lampu maka tingkat ke hati-hatian kita terhadap kendaraan tersebut meningkat dan kita pun menjadi waspada

  9. PASAL 293 AYAT 2
    Menyalakan lampu siang hari apa sih manfaatnya ? Kalau boleh tanya apa dasarnya pasal 293 ayat 2, ini justru menganggu kendaraan yang didepanya, lampu cepat putus, accu cepat rusak sehingga menambah beban anggaran pengendara alias boros. Yang parah lagi tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang berbunyi tidak bersikap boros jangan-jangan ada kaitan perusahaan sparepart dan instansi terkait.

  10. PASAL 293 AYAT 2 penguna sepeda motor wajib menyalakan lampu seterusnya…..terutama pada matahari melek sampai tidak melek wajib hukumnya lampu nyala…PASAL 293 AYAT 2 sdh sangat bertentangan dgn uu lingkungan hidup,, karna Bumi kita sedang mengalami pemanasan global…dgn dinyalakan lampu pd pagi – siang dan seterusnya. membuat bumi ini jd tambah panas…Tolong wakil rakyat yg msh pnya hati nurani tolong dicek PASAL 293 AYAT 2…Atau jangan-jangan wakil rakyat kita tidak memiliki latar pendidikan sarjana yg sah makanya asal main sahkn aja uu PASAL 293 AYAT 2

  11. pasal 293 ayat 2 sepeda motor siang hari harus menyalakan lampu bertentangan dgn lingkungan hidup,dimana setiap manusia wajib memelihara bumi dari pemanasan global,nyatanya pembuat UU nya memang gelap mata,jd memang harus diterangi dgn lampu REVOLUSI,masa siang hari suruh nyalain lampu?mau biukin pabrik lampu sm produsen accu biar tambah kaya,atau biar rakyatnya melek hukum?seharusnya setiap UU atau pasal hrs diuji dulu,apakah benar klo motor disiang hari menyalakan lampu dpt mengurangi kecelakaan?HAPUS PASAL 293 AYAT 2,DISAMPING MEMBODOHI RAKYAT,PASAL TSB DISINYALIR SBG TITIPAN PARA PRODUSEN LAMPU DAN ACCU

  12. mff bkn mau merubah atw melanggar tatanan yg ada… kndaraan qt yg pny…dan bayar pajak juga,,,sy mnggris bwhi pasal 279 dan 285 ayat 1. seandainya 1 contoh knalpot racing. ok lah dalam konteks yg bising banget sy jg gk setuju krna mengganggu ap lg lwat rumkit. tp seharusnya jg ada ketentuannya/ standarisasi nya.. kalau tidak ada standarisasi jangan melimpahkan kesalahan kpd pengendara saja.. tp PEMBUATnya yg di tindak dong… ini juga menyangkut aksesoris kendaraan yg lainnya.. kalo gk boleh d pasang.. jangan ada pabriknya. tp ini justru berkembang pesat. bukannya ijin pabrik juga ada undang undang nya dan itu melibatkan aparat terkait terkait penindak uu lho…!!!…kalau sekiranya merugikan org banyak jangan d kasih ijin lah… bayangkan kalo dlm 1 hari 1 org kna denda Rp.50.000 di 1 tmpat di 1 jln trntu. dlm 1 kota ada 5 wilayah operasi. nah berapa coba kalo se provinsi,,, Mff jika perundangan yg diatas sy sbutkn krg efektif bg pengendara. SEHARUSNYA para pembuat Aksesoris kndaraanlah Yang paling bertanggung jawab. BERKOORDINASI dengan Para Penegak hukum untuk kelaikan apa yang akan di buat.. Jangan di kasih iijin usaha kalo tidak Layak dn tdk sesuai prosedur. sy hny mmpertanyakan tntang hak milik pribadi, sebab dlm dunia bisnis ada penjual pasti ada pembeli….

  13. udah damai ma korban kok ma polisi masih diperkarakan pa kurang kerjaan ya polisi.gimana solusinya

  14. informatif boss

  15. Maap ni tapi masalah Pasal 293 ayat 2,, itu termasuk dosa besar… Kita tidak mensyukuri ciptaan tuhan,, tuhan sudah nyiptain matahari tapi masih aja lampu dinyalain

    • saya setuju mas Edix. Siang hari matahari bersinar terang ciptaan Tuhan sudah sangat terang menyinari bumi, masa motor harus dinyalain lagi. Lagi pula berdasar pengalaman di jalan, lampu di malam hari apabila kita berpapasan dengan motor lain yg juga lampunya nyala dapat menyilaukan mata juga siang hari. Saya gak kebayang bila ribuan motor di jalan serentak nyalain lampu besar dan berpapasan dengan kita, wah apa gak bahaya? Laen lagi kalau pagi/sore redup2 bolehlah nyalain itumah sudah insting kita nyalain.
      Aturan itu dibuat untuk melindungi pengendara bukan merugikan, belum lagi biaya yg mesti dianggarkan manakala sistem perlistrikan, aki dan spareparts yg cepet rusak tambah gede lah pengeluarannya.

      • ENDIK DAN ERWIN: kalau menurut saya hidupi lampu pada siang hari itu saya sangat setuju, karena kecelakaan yang sekarang2 ini banyak di sebabkan oleh sp.motor.. menurut penelitian kecepatan cahaya lebih cepat dari bunyi, kalu itu menurut saya….cotoh : pada saat kita ingin mendahului kendaraan yang lebih besar dari kendaraan kita kendaraan yang jauh di depan kita sudah melihat jauh2 kendaraan kita sehingga kendaraan yg di depan kita bisa memperlambat dengan terlihat cahaya yang timbul dari sp motor kita…itu menurut saya ..

  16. Coba deh dipikir pake pemikiran normal,, masa pasal 293 (2) wajib ,, semestinya itu sebagai saran…

    • saya sgt tidak setuju apabila UU 293 (2) sering dimnfaatkn polisi u/ menilang, so titip sidang deh, setuju bila da transparansi dana

    • PEMBOROSAN… (PASAL 293 (2) )

  17. wew banyak amat.. hehehehe
    gmn mensosialisasikannya tuh? selama ini yg jadi kendala adalah sosialisasi peraturan tersebut pada masyarakat..
    mungkin gerakan Shell Road Safety.. harus dijadikan contoh oleh pemerintah untuk mensosialisasikan aturan2 lalu lintas..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 86 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: