Oleh: listiaji | 8 Maret 2011

PANTAI BARON, WISATA PASIR PUTIH DI SELATAN YOGYAKARTA


Pantai Baron, Wonosari, Jogjakarta

Niat Awal

Perjalanan wisata kami pada wiken kemarin sebenarnya bukan murni perjalanan wisata. Tujuan kami sebenarnya membawa oleh-oleh 1 atau 2 truk pasir putih ke rumah kami yang baru di Ungaran untuk membuat suasana resort pantai di rumah baru kami. Berbagai informasi kami gali baik melalui internet maupun teman-teman. Pasir dari Pantai Lampung menjadi incaran kami, namun jarak yang begitu jauh hingga lebih dari 700 kilometer dan cuaca buruk yang mempengaruhi penyeberangan (saat ini truk reguler saja sulit menyeberang) menyebabkan kami mencoretnya dari daftar.

Menuju Jogja

Akhirnya kami mendapat info ada sumber pasir putih di kawasan Gunung Kidul, Jogjakarta. Sabtu yang lalu setelah Maghrib kami pun memulai perjalanan dari Ungaran menuju Jogjakarta. Setelah menempuh perjalanan selama hampir 3 jam kami sampai di kota Jogjakarta. Mengingat hari sudah cukup malam, dan konon rute ke Gunung Kidul lumayan jauh dan gelap dari kota Jogja (meski konon jalanannya mulus), kami memutuskan untuk bermalam di Jogja saja. Lumayan sekalian istirahat dulu.

Sekitar jam delapan pagi waktu setempat kami memulai lagi perjalanan menuju Gunung Kidul. Perjalanan diawali dengan breakfast di Soto Pak Slamet di kawasan Gamping, Sleman, Jogjakarta. Dari sini kami tak langsung menuju Gunung Kidul, tapi mampir dulu ke Pasar Beringhardjo yang terletak diantara Kraton Jogja dan kawasan Malioboro. Biasa gak afdol kalo gak belanja di Jogja hehehe …  Akhirnya kami hanya sukses memboyong 2 set tembikar dengan bunga palsunya serta berkotak-kotak makanan khas Jogja, Bakpia dengan aneka rasanya. Setelah itu kami memasuki menuju jalan ringroad dan memastikan diri untuk terus mengarah ke Wonosari (ibukota Kabupaten Gunung Kidul). Perjalanan dari Jogja menuju Wonosari ditempuh sekitar satu setengah jam, sementara perjalanan Wonosari menuju Pantai Baron ditempuh sekitar 1/2 jam. Jadi total perjalanan sepanjang 62 kilometer itu ditempuhdalam waktu 2 jam. Jalanan menuju Pantai Baron terbilang cukup mulus dan hampir tidak ada jalan yang rusak, namun sempitnya jalan serta kontur yang berkelak-kelok memaksa kami untuk memacu kendaraan dengan kecepatan yang terbilang santai.

On Location

Sekitar jam 12 siang, kamipun sampai di Pantai Baron, salah satu dari sekian banyak pantai yang ada di wilayah selatan Jogja seperti Pantai Wediombo, Krakal, Kukup dan sebagainya.Memasuki kawasan ini, kami berempat dikenai semacam tiket masuk sebesar Rp. 10.000. Sementara di areal parkir kami kembali dikenai karcis parkir sebesar Rp. 5.000. Di areal parkir sudah dipenuhi dengan puluhan mobil pribadi dan juga bis pariwisata. Letak pantai dari areal parrkir juga tak terlalu jauh, hanya sekitar 100 meter saja.

Suasana di pantai itu terbilang cukup ramai, sejumlah pengunjung dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan bahkan Jakarta dan Surabaya memenuhi pantai yang berbentuk teluk tersebut. Karang batu yang mengelilingi pantai juga menambah ke eksotisan Pantai Baron. Sejumlah perahu nelayan juga terlihat berlabuh di tepi pantai. Puluhan warung makan dan juga pedagang souvenir bertaburan di sepanjang jalan menuju pantai.Suasananya jauh dari pikiran kami semula yang mengira pantai di selatan Jogja sebagai pantai yang relatif sepi dan belum terorganize. Meski memang masih perlu penataan lebih jauh terutama pengadaan losmen/hotel yang lebih representatif. Karena semua penginapan disini masih underrated

Setelah bermain di pantai, kami pun mencari makan siang. Sangat mudah mencari menu makan siang disini dengan harga yang terbilang relatif terjangkau. Sejumlah warung makan dengan aneka menu tersedia di sepanjang jalan menuju pantai. Setengah kilo ikan kakap yang dibakar dibanderol Rp. 22.500, jeruk panas Rp. 2.000 (rasanya tapi tawar banget, jangan lupa kalo pesen bilang jeruk peres, kalo gak, dikasih air jeruk nipis), nasi goreng Rp. 8.000 .. sementara mie goreng, dll gw lupa harga .. ohya .. buat lobster dengan aneka olahannya, dibanderol Rp. 300.000 per kilonya, dan itu menu yang termahal disini.

Sebelum pulang, kami beli souvenir kerajinan tangan dari kerang dan juga peyek udang.

Back Home

Dari Pantai Baron, kami langsung menuju Yogyakarta, dan rencananya menginap semalam disana. namun sayang, hotel yang kami tuju sudah penuh, dan karena kami malas mencari hotel di Jogja, kami langsung melanjutkan perjalanan pulang. Memasuki malam hari, kami tiba di Magelang (sekitar 1 jam perjalanan dari Yogyakarta). Disini kami memutuskan untuk menginap semalam, untuk melepas lelah.

Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan ke Ungaran, dan di Gemawang, Bedono, kami mampir di Cafe Banaran 9 – Coffe and Tea, sebuah cafe di areal perkebunan kopi milik PT Perkebunan Nusantara IX.

 

About these ads

Responses

  1. thank qyu for yuor information
    so beautifful beach
    like that

  2. TRIMS INFONYA MASSSS


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 87 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: