Oleh: listiaji | 26 September 2011

BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA CITA RASA TERMINAL PULOGADUNG


Bandara Soekarno Hatta (google.com)

Malam ini lagi terkenang pengalaman pertama kali terbang melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng sekitar tahun 1990 an atau hampir 20 tahun yang lalu. Kala itu gw terbang dari Jakarta menuju Ujung Pandang (UPG), kini Makassar, menggunakan Garuda Indonesia. Entah karena masih baru atau mengapa, suasana terbang di Cengkareng terasa begitu menyenangkan dan exclusive. Kala itu semua tertata dengan rapi, penumpang pun dilayani dengan sangat baik, baik oleh airline maupun petugas bandara. Semua fasilitas jelas lebih exclusive, layaknya kita memilih hotel berbintang bahkan perhatian pada orang tua yang memerlukan wheelchair pun tak luput dari perhatian petugas. Pendek kata, para (calon) penumpang dilayani dengan baik dan terbilang cukup memuaskan.

Dan beberapa waktu lalu, atau dua dekade setelah penerbangan pertama melalui Bandara Soekarno Hatta, gw kembali terbang dari Bandara yang sama, menumpang sebuah airline rute Cengkareng (CGK) menuju Semarang (SRG). Bener-bener pengalaman yang berbalik 180 derajat. Terbang dari Cengkareng tak ubahnya kita naik Metro Mini dari Terminal Pulogadung Jakarta Timur. Calon penumpang yang tak mau mengantri dengan benar sementara antrian meja check in yang mengular, entah berapa banyak penumpang yang berserakan di lantai terminal, toilet yang bau, dan teriakan petugas yang memanggil penumpang seperti layaknya kondektur bis kota memanggil penumpang. Belum lagi pedagang asongan di parkiran, taxi gelap yang berkeliaran, orang bebas merokok meski ada larangan merokok, dan berkeliarannya tukang ojek.

Suasana kelas kambing belum juga berakhir saat calon penumpang boarding ke dalam pesawat. Saat boarding, ada aja penumpang yang membawa koper, bungkusan kardus dalam ukuran besar ke dalam kabin. Padahal jelas-jelas diatur penumpang hanya boleh membawa satu buah tas tangan ke dalam cabin. Tapi sayangnya petugas pun tak mau memberi ketegasan kepada calon penumpang, yang membikin suasana ruwet dalam cabin. Untung saja tidak ada calon penumpang yang membawa ayam atau burung seperti di terminal bis.

Menjelang take off, masih banyak penumpang yang berkeliaran dan susah diatur. Sementara saat landing mereka juga tak mengindahkan aturan untuk tak menyalakan handphone dengan langsung menyalakan handphone langsung begitu roda pesawat mendarat di landasan.

Ya begitulah dua pengalaman terbang dari bandara yang sama yang terpaut waktu dua dekade tersebut. Bila kita mengambil sisi positif, kita bisa melihat betapa perekonomian masyarakat Indonesia tumbuh luar biasa sehingga kapasitas bandara Soekarno Hatta yang hanya untuk 22 juta penumpang telah digunakan lebih dari 42 juta penumpang, atau hampir dua kali lipat kapasitas. Kalo boleh mengutip tag line sebuah perusahaan penerbangan, disebutkan “Everyone can fly”. Sehingga bepergian dengan pesawat bukan lagi menjadi barang mewah yang menjadi previllege kalangan tertentu seperti jaman tahun 90 an kala itu.

Terminal Pulogadung Jakarta (google.com)

Namun pertumbuhan yang luar biasa itu tak dibarengi dengan peningkatan layanan dan kapasitas oleh pengelola bandara yang mengelola bandara layaknya terminal bis. Pokoknya pesawat keluar masuk bayar retribusi demikian juga dengan penumpang yang penting bayar airport tax. Sementara pihak pengelola airline juga tidak memberikan edukasi bagi calon penumpang tentang bagaimana terbang nyaman dan aman, termasuk menegakkan aturan untuk kenyamanan dan keamanan bersama. Mereka hanya mengejar penjualan tiket, yang penting banyak penumpang dan setelah sampai mereka keluar dari pesawat.Airline terutama budget airline, tak peduli dengan tumpukan barang bawaan dalam ukuran besar yang selain mengganggu sesama penumpang, juga dapat membahayakan penerbangan dengan kemungkinan kelebihan beban.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 86 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: