
Vote for Komodo! Dukung Komodo dengan kirim SMS Komodo ke xxxx hanya Rp. 1 per SMS! Kemudian undangan penggalangan dukungan untuk Komodo di Facebook. Dan masih banyak kehebohan soal Komodo di media. Saya juga teringat pertengkaran Mantan Menteri Pariwisata Jero Wacik dengan Yayasan New7 Wonder, yang lagi-lagi soal Komodo. What happen with Komodo? Kalau mendengar hiruk pikuk per-komodo-an, seakan Indonesia akan segera hancur bila tak dapat memasukkan Komodo dalam New 7 Wonder, atau serasa Pulau Komodo akan segera dicaplok oleh negara tetangga, atau negeri ini akan segera bangkrut seperti Yunani.

Bukannya anti terhadap kepopuleran Pulau Komodo di dunia internasional. Tapi masih banyak permasalahan mendasar di negeri ini Bung! Kemiskinan yang masih cukup merata di pelosok negeri tentu bukan persoalan sederhana. Pendidikan yang semakin hari menjadi semakin tak terjangkau. Bahkan ada sebuah sekolah negeri yang atapnya rubuh beberapa waktu lalu, dan itu ada di depan pelupuk mata, di Jakarta, ibukota negeri ini. Belum lagi kasus sekolah rubuh di pelosok yang jauh dari gemerlap ibukota, mungkin tak terhitunglagi jumlahnya. Ada lagi kasus anak dibiarkan mati di sebuah rumah sakit di Jawa Barat karena orang tuanya membayar kurang dari tagihan. Bukankah persoalan ini lebih penting dan lebih dahsyat dari Komodo?
Okeylah, Komodo penting sebagai ikon pariwisata. Komodo juga dapat menjadi penghasil devisa. Komodo juga penting untuk pelestarian hewan langka. Tapi kehebohan persoalan Komodo terlalu berlebihan. Mengapa? Singapore, negeri kecil di sudut Indonesia bisa menghasilkan devisa yang luar biasa. Demikian pula Burj Al Aab di Dubai, bisa mengubah lautan menjadi tempat devisa berlabuh. Semua itu dibangun dengan kreatiftas dan kerja keras, bukan dengan Facebook, bukan dengan SMS. Mereka juga tidak perlu menjadi Seven Wonder untuk sedemikian populer dan tentu menghasilkan devisa.
Bila memang Komodo penting, mengapa tidak ditata saja sendiri Komodo itu dengan baik dan dipromosikan dengan jaringan pariwisata yang ada. Bagaimana mungkin Malaysia yang ukuran negerinya jauh lebih kecil dari Indonesia, mampu mendatangkan lebih dari 23 juta wisatawan mancanegara, sementara Indonesia yang jauh lebih besar, dan potensi pariwisata jauh lebih variatif hanya mampu mendatangkan sekitar 7 jutaan wisatawan. Sementara si kecil Singapore saja mampu menarik 2,3 juta wisatawan dari satu negeri saja yang bernama Indonesia pada 2010.
Negeri ini memang selalu heboh, untuk kemudian lupa dan beralih pada kehebohan yang lain. Demikianlah seterusnya. Atau mungkin kehebohan itu untuk melupakan sesaat atas persoalan mendasar negeri ini.
Just face it, don’t facebook it…..
Selamat pagi Indonesia

setuju banget mas, ada yang jauh lebih penting diurusi oleh bangsa ini..
namun pada saatnya nanti semoga manfaatnya tidak di dominasi orang berduit aja, namun membawa imbas yang baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Oleh: ner on 19 November 2011
at 15:34