Baru saja dikabarkan BNN menangkap seorang pilot sebuah perusahaan airline nasional di Surabaya hanya sekitar 3 jam sebelum menerbangkan pesawat rute Surabaya – Makassar – Balikpapan – Surabaya. Sang pilot tertangkap basah sedang menikmati narkotika jenis sabu-sabu di dalam kamar hotelnya. Penangkapan ini dilakukan menyusul penangkapan pilot dari airline yang sama dan juga dalam kasus yang sama di Makassar, tak sampai sebulan yang lalu. Sebelumya seorang pilot yang lagi-lagi dari airline yang sama juga tertangkap menghisap sabu-sabu di Cengkareng, Jakarta.
Sangat mengerikan bila membayangkan ratusan penumpang terancam jiwanya saat pesawat yang dinaikinya dikendalikan oleh pilot yang berada dalam halunisasi dan terancam mispersepsi dalam menerbangkan pesawatnya. Dan lebih mengerikan lagi, penangkapan 3 pilot tersebut berselang waktu tak lama dari airline yang sama. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana dengan ratusan pilot yang lain di perusahaan itu?
Peristiwa ini menggelitik rasa aman dan nyaman sebagai pelanggan jasa penerbangan untuk terbang dengan aman. Hal ini juga menjadi pertanyaan bagaimana pihak airline dan Kementerian Perhubungan menjamin keselamatan penerbangan. Tidak bisa pihak airline hanya menyatakan bahwa tindakan pilot merupakan tindakan pribadi di luar kekuasaan perusahaan. Sudah seharusnya setiap pilot menjadi cek kesehatan sederhana seperti cek urine sebelum menerbangkan pesawat. Karena perilaku sembrono pilot dan juga airline seakan dengan mudah mengesampingkan keselamatan penumpang.
Sehingga akhirnya mereka tidak hanya berkata We Make People Fly but also We Make The Pilots ‘Fly’ Too.

Komentar Terakhir